Agar Istiqamah Selepas Ramadhan, Bagaimana Caranya?

loading...
Agar Istiqamah Selepas Ramadhan, Bagaimana Caranya?
Sebagai muslim harus tetap memperbanyak zikir, karena dengan berzikir berarti kita mengingat Allah Taala. Hal ini juga sebagai upaya agar kita tetap istiqamah dalam ketaatan. Foto ilustrasi/ist
Bulan Ramadhan sudah meninggalkan kita, namun akankah kualitas 'ketaatan' selama bulan suci itu juga akan berlalu? Semoga saja tidak, tetap dipertahankan malah harus semakin ditingkatkan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita dapat istiqamah dalam ketaatan ini selepas Ramadhan?

Baca juga: Berwisata dan Ketakwaan

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa Aa Gym dalam tausiyahnya baru-baru ini menjelaskan, ada dua versi pemaknaan bulan Ramadhan. Ada orang yang menganggap bahwa Ramdhan adalah penjara, maka datangnya bulan Syawal ini adalah kemerdekaan , merasa diri telah lolos dari pengekangan, karena di bulan Ramadhan banyak pelarangan-pelarangan untuk melakukan hal-hal tertentu yang dapat membatalkan puasa atau ibadah Ramadhan.

Tetapi ada juga orang yang menganggap bulan Ramadhan adalah training centre (pusat latihan), maka dengan datangnya bulan Syawal adalah saatnya untuk mengetahui dan membuktikan apakah ia telah sukses latihan dan menempa diri selama bulan Ramadhan untuk bisa diterapkan di bulan Syawal dan bulan seterusnya.

Baca juga: Mengingat Maut dan Alam Kubur

Menurut Aa Gym, dalam hidup ini ada yang namanya karomah (kemuliaan), dan kemuliaan itu Allah berikan kepada orang-orang yang mampu istiqomah atau konsisten dalam beramal baik. Jadi jika kita ingin mendapatkan kemuliaan maka intinya kita harus bisa istiqomah dalam beramal baik. Orang yang istiqomah diibaratkan seperti air yang menetes secara konsisten keatas batu, meskipun air itu hanya menetes perlahan tetapi karena menetes secara terus menerus beraturan, batu yang keras sekalipun bisa berlubang karenanya. Begitu pun halnya dengan manusia.

Mengapa seseorang sulit untuk mencapai sesuatu, karena ia tidak konsisten melakukan sesuatu yang ingin diraih tersebut. Mengapa seseorang sulit untuk bisa terus beramal baiki, karena ia belum bersungguh-sungguh untuk melakukan dan menggapai kebaikan dari amalan tersebut. Karena sesungguhnya keistiqomahan itu adalah karunia dari Allah dan hanya hanya bisa didapat oleh mereka yang mampu bersungguh-sungguh dalam beramal.

Baca juga: Larangan Beribadah Secara Berlebihan

Allah Ta'ala berfirman :

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Dari firman tersebut, Allah akan memberikan kemudahan kepada seseorang untuk senantiasa berbuat kebaikan asalkan ia mampu bersungguh-sungguh dalam mengamalkannya. Baik itu kesungguhan dalam melakukannya maupun kesungguhan niat hanya untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala.

Baca juga: Belajar dari 1 Tahun Lebih Pandemi, Doni Monardo: Optimalkan Pencegahan

Perbanyak Zikir

Maka jika kita ingin bisa tetap istiqomah dalam beramal dan beribadah setelah melewati bulan Ramadhan, Aa Gym menyarankan, sebagai muslim harus tetap memperbanyak zikir, karena dengan berzikir berarti kita mengingat Allah Ta’ala.

Dan Allah akan mengingat kembali hambanya yang senantiasa mengingat-Nya, meskipun kita tidak ingat Allah, Allah akan tetap mengingat kita. Tetapi Allah akan memberikan keistimewaan bagi ia yang senantiasa menyempatkan diri untuk berzikir dimanapun dan kapanpun. Dengan memperbanyak zikir kepada Allah, insyaAllah kita akan dipermudah untuk senantiasa istiqomah beribadah kepada Allah.

Baca juga: KAI Tambah Lokasi Tes GeNose di 8 Stasiun, Tarif Tetap Rp30.000

Allah Ta'ala berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152).
halaman ke-1
cover top ayah
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنۡۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهٖ يَحۡفَظُوۡنَهٗ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوۡمٍ سُوۡۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّالٍ
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

(QS. Ar-Ra’d:11)
cover bottom ayah
preload video