Begini Tata Cara Sholat Gerhana Bulan dan Matahari
Selasa, 25 Mei 2021 - 12:03 WIB
loading...
Ilustrasi dan Foto Antara
A
A
A
Tata cara salat gerhana bulan dan matahari ini berangkat dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ. متفق عليه
Dari Abu Mas’ud Al Anshari ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, yang dengan keduanya Allah hendak menakut-nakuti hamba-Nya. Dan tidaklah terjadi gerhana pada keduanya karena kematian seseorang atau pun kelahirannya. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdo’alah kepada Allah sampai matahari kembali normal (seperti sedia kala).” (HR Bukhari, Muslim)
Baca juga: Khutbah Sholat Gerhana Bulan 26 Mei 2021
Beda Kusuf dan Khusuf
Kusuf dari kata kasafa yaksifu yang berarti menutupi, dan kasafatisysyams berarti gerhana Matahari. Sedangkan khusuf dari kata khasafa yakhsifu berarti lenyap atau hilang, dan khasafal qamar berarti gerhana bulan.
Keduanya sebenarnya memiliki makna istilah yang sama yaitu dzahabannuru kulluh au ba’dlannur yakni hillangnya seluruh cahaya yakni gerhana total atau sebagian cahaya.
Seruan Memulai Salat Gerhana
Dalam keterangan hadits Imam Bukhari dijelaskan bahwa Ketika hendak mulai shalat gerhana diperkenankan dengan seruan ‘ashshalatu jami’ah’
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمَّا كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُودِيَ إِنَّ الصَّلَاةَ جَامِعَةٌ. رواه البخاري
Dari ‘Abdullah bin ‘Amru berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka panggilannya dengan seruan, ‘Ashshalaatul jaami’ah (Marilah mendirikan shalat secara bersama-sama) ‘.” (HR. Bukhari)
Baca juga: Gerhana Bulan, BMKG Teluk Bayur Warning Potensi Banjir Rob dan Abrasi
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ. متفق عليه
Dari Abu Mas’ud Al Anshari ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhya matahari dan bulan adalah dua ayat dari ayat-ayat Allah, yang dengan keduanya Allah hendak menakut-nakuti hamba-Nya. Dan tidaklah terjadi gerhana pada keduanya karena kematian seseorang atau pun kelahirannya. Jika kalian melihat gerhana, maka shalat dan berdo’alah kepada Allah sampai matahari kembali normal (seperti sedia kala).” (HR Bukhari, Muslim)
Baca juga: Khutbah Sholat Gerhana Bulan 26 Mei 2021
Beda Kusuf dan Khusuf
Kusuf dari kata kasafa yaksifu yang berarti menutupi, dan kasafatisysyams berarti gerhana Matahari. Sedangkan khusuf dari kata khasafa yakhsifu berarti lenyap atau hilang, dan khasafal qamar berarti gerhana bulan.
Keduanya sebenarnya memiliki makna istilah yang sama yaitu dzahabannuru kulluh au ba’dlannur yakni hillangnya seluruh cahaya yakni gerhana total atau sebagian cahaya.
Seruan Memulai Salat Gerhana
Dalam keterangan hadits Imam Bukhari dijelaskan bahwa Ketika hendak mulai shalat gerhana diperkenankan dengan seruan ‘ashshalatu jami’ah’
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمَّا كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُودِيَ إِنَّ الصَّلَاةَ جَامِعَةٌ. رواه البخاري
Dari ‘Abdullah bin ‘Amru berkata, “Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka panggilannya dengan seruan, ‘Ashshalaatul jaami’ah (Marilah mendirikan shalat secara bersama-sama) ‘.” (HR. Bukhari)
Baca juga: Gerhana Bulan, BMKG Teluk Bayur Warning Potensi Banjir Rob dan Abrasi
Lihat Juga :