Perjalanan Ruh Seorang Mukmin Setelah Kematiannya Ternyata Sangat Indah
Jum'at, 28 Mei 2021 - 17:30 WIB
loading...
Episode kehidupan tidak berakhir dan tidak berhenti meski manusia telah meninggal. Ruh akan mengalami perjalanan lain di alamnya yang lain pula. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Di dalam diri manusia ada dua dimensi yang diciptakan Allah Ta'ala, yakni jasad dan ruh . Ketika manusia dipanggil kembali menghadap Allah (mengalami kematian), maka jasad dan ruh akan dipisahkan. Jasad dikubur dalam tanah, sedangkan ruh masih akan mengalami perjalanan, yakni kehidupan ruh berpindah di alam barzah .
Artinya , episode kehidupan tidak berakhir dan tidak berhenti meski manusia telah meninggal. Ruh akan mengalami perjalanan lain di alamnya yang lain pula. Dan Allah Ta'ala juga akan mengembalikan ruh ke dalam jasadnya sesuai apa yang Allah kehendaki.
Baca juga: Pentingnya Memiliki Amal Ibadah Rahasia
Tenang perjalanan ruh ini digambarkan Ustadz Ammi Nur Baits dalam salah satu tayangan you tube-nya. Dai alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Madinah International University ini menjelaskan; bahwa dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa dia pernah mengiringi jenazah orang anshar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi, Rasulullah duduk menghadap kiblat . diapun duduk di sekitar beliau dengan khusyu, seolah di kepala ada burung. Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda,
استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا)
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (tiga kali).
Baca juga: Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis, Bagaimana Hukumnya?
Kemudian beliau menceritakan proses perjalanan ruh mukmin dan kafir. Sesungguhnya hamba yang beriman ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah malaikat dari langit, wajahnya putih, wajahnya seperti matahari.
Mereka membawa kafan dari surga dan hanuth (minyak wangi) dari surga. Merekapun duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihis salam.
Dia duduk di samping kepalanya, dan mengatakan, ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.’ Keluarlah ruh itu dari jasad, sebagaimana tetesan air keluar dari mulut ceret, dan langsung dipegang malaikat maut.
Artinya , episode kehidupan tidak berakhir dan tidak berhenti meski manusia telah meninggal. Ruh akan mengalami perjalanan lain di alamnya yang lain pula. Dan Allah Ta'ala juga akan mengembalikan ruh ke dalam jasadnya sesuai apa yang Allah kehendaki.
Baca juga: Pentingnya Memiliki Amal Ibadah Rahasia
Tenang perjalanan ruh ini digambarkan Ustadz Ammi Nur Baits dalam salah satu tayangan you tube-nya. Dai alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Madinah International University ini menjelaskan; bahwa dari Al-Barrak bin Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan bahwa dia pernah mengiringi jenazah orang anshar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesampainya di kuburan, dan menunggu liang lahatnya dibenahi, Rasulullah duduk menghadap kiblat . diapun duduk di sekitar beliau dengan khusyu, seolah di kepala ada burung. Di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada ranting, beliau tusukkan ke tanah kemudian beliau menengadah ke langit lalu beliau menunduk. Beliau ulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda,
استعيذوا بالله من عذاب القبر، مرتين، أو ثلاثا، (ثم قال: اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر) (ثلاثا)
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (tiga kali).
Baca juga: Menggabungkan Puasa Syawal dan Senin Kamis, Bagaimana Hukumnya?
Kemudian beliau menceritakan proses perjalanan ruh mukmin dan kafir. Sesungguhnya hamba yang beriman ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah malaikat dari langit, wajahnya putih, wajahnya seperti matahari.
Mereka membawa kafan dari surga dan hanuth (minyak wangi) dari surga. Merekapun duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut ‘alaihis salam.
Dia duduk di samping kepalanya, dan mengatakan, ‘Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.’ Keluarlah ruh itu dari jasad, sebagaimana tetesan air keluar dari mulut ceret, dan langsung dipegang malaikat maut.
Lihat Juga :