Idul Fitri, Bukan Sekadar Kembali Makan
Minggu, 24 Mei 2020 - 05:51 WIB
loading...
Kata fitri diartikan dengan makan. Idul fitri, dengan begitu dimaknai dengan kembali makan. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
SALAH satu hari yang diharamkan berpuasa adalah hari raya Idul Fitri . Bahkan, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa berniat tidak puasa pada saat hari Idul Fitri itu pahalanya seperti orang yang sedang puasa di hari-hari yang tidak dilarang.
Sebelum salat Idul Fitri, Rasulullah saw. biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh.
Jadi, makan dulu sebelum salat merupakan sunnah pada saat hari raya Idul Fitri. Dalam sebuah hadits menjelaskan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَايَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْ كُلُ ثَمَرَاتٍ وَيَأُكلُهُنَّ وِتْرًا
Artinya, "Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)
Baca juga: Agar Tidak Lupa, Begini Hukum dan Lafal Takbir Idul Fitri
Dalam kamus “Al-Munawwir Arab–Indonesia”, al fith-ru (الفطر) adalah kasru ash-shawmi, yang artinya hal buka puasa. Selain fith-run, buka puasa disebut juga ifthâr (sighat mashdar dari afthara – yufthiru). Senada dengan hal tersebut, makan pagi yang dalam bahasa Inggris kita kenal dengan istilah breakfast (menghentikan puasa), dalam bahasa Arab disebut futhûr. Dengan demikian, IdulFitri (عيدالفطر) berarti hari raya berbuka atau makan. Berdasarkan uraian tersebut, Idul Fitri dapat diterjemahkan sebagai hari raya dimana umat Islam wajib berbuka atau makan.
Lafaz Fithru/ Ifthaar”(فطر / افطار ) artinya menurut bahasa: Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fitri artinya “Hari Raya berbuka Puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa.
Sedangkan “Fitrah” tulisannya sebagai berikut (فطرة ) dan bukan (فطر )”.
Menurut Syara’ hadis yang menerangkan bahwa “Idul Fitri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa”.
Sebelum salat Idul Fitri, Rasulullah saw. biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh.
Jadi, makan dulu sebelum salat merupakan sunnah pada saat hari raya Idul Fitri. Dalam sebuah hadits menjelaskan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَايَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْ كُلُ ثَمَرَاتٍ وَيَأُكلُهُنَّ وِتْرًا
Artinya, "Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)
Baca juga: Agar Tidak Lupa, Begini Hukum dan Lafal Takbir Idul Fitri
Dalam kamus “Al-Munawwir Arab–Indonesia”, al fith-ru (الفطر) adalah kasru ash-shawmi, yang artinya hal buka puasa. Selain fith-run, buka puasa disebut juga ifthâr (sighat mashdar dari afthara – yufthiru). Senada dengan hal tersebut, makan pagi yang dalam bahasa Inggris kita kenal dengan istilah breakfast (menghentikan puasa), dalam bahasa Arab disebut futhûr. Dengan demikian, IdulFitri (عيدالفطر) berarti hari raya berbuka atau makan. Berdasarkan uraian tersebut, Idul Fitri dapat diterjemahkan sebagai hari raya dimana umat Islam wajib berbuka atau makan.
Lafaz Fithru/ Ifthaar”(فطر / افطار ) artinya menurut bahasa: Berbuka (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fitri artinya “Hari Raya berbuka Puasa”. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan kita berpuasa.
Sedangkan “Fitrah” tulisannya sebagai berikut (فطرة ) dan bukan (فطر )”.
Menurut Syara’ hadis yang menerangkan bahwa “Idul Fitri” itu ialah “Hari Raya Kita Kembali Berbuka Puasa”.
Lihat Juga :