Mengejar Pahala Amal Akhirat
Sabtu, 05 Juni 2021 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Dunia itu ibaratnya jalannya semakin menyempit tapi tak berujung. Lalu apa yang terjadi jika beberapa orang-orang berlomba memasuki jalan yang sempit. Mau tidak mau pasti saling sikut dan saling menjatuhkan agar berada di garis terdepan.
Ustadz Raehanul Bahraen mengatakan, terkadang manusia sudah sampai titik nyaman namun tetap tidak puas. Misal, kehidupan nyaman, gaji sudah cukup besar, anak-anak sudah sukses, rumah dan kendaraan sudah ada, hidup sudah tenang dan nyaman, tapi karena merasa harus terus berlomba mengejar dunia, dia akan berada di jalan yang semakin sempit.
"Orang yang terus mengejar dunia, hidupnya akan terasa susah. Ada saatnya hendaklah manusia berjalan santai saja. Menikmati setelah lelah berlari,"ungkap dai asal Yogjakarta ini.
Baca juga: Bandara Aminggaru Ilaga dan Wilayah Sekitarnya Dikuasai Pasukan TNI-Polri
Hendaklah manusia hidup dengan qana’ah atau merasa cukup. Merasa puas dan ridha dengan karunia Allah Ta'ala. Sebaliknya, kalau tentang akhirat, maka petunjuk dari Allah Ta'ala adalah umat Islam disuruh berlomba-lomba, mencari, dan mengejar. Tidak boleh merasa cukup dan merasa sudah beramal.
Salah satu tanda muslimin yang perhatian pada akhiratnya adalah menjaga shalatnya. Jika ingin memperbaiki hidup, maka mulailah dengan memperbaiki sholat. Mengapa harus memperbaiki shalat terlebih dahulu untuk menjadi lebih baik? Karena memulai perbaikan diri dengan memperbaiki sholat terlebih dahulu memang adalah hal yang tepat dan benar.
Baca juga: Produk-Produk Paling Hit Era 2000-an, dari Majalah sampai Ponsel
Karena shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam menghamba kepada Allah Ta'ala. Dan apabila sholat sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupan dunia sekaligus kehidupan akhirat juga akan membaik.
Shalat merupakan tiang agama. Jagalah sholat agar kehidupan tetap terjaga dengan baik. Jika shalat telah baik, maka Allah akan menjaga kehidupan hambaNya dan menjaga apa-apa yang dibutuhkan dalam hidup seorang muslim.
Baca juga: Survei Parameter Politik Indonesia: 45,3% Publik Tidak Setuju Jokowi 3 Periode
Wallahu A'lam
Ustadz Raehanul Bahraen mengatakan, terkadang manusia sudah sampai titik nyaman namun tetap tidak puas. Misal, kehidupan nyaman, gaji sudah cukup besar, anak-anak sudah sukses, rumah dan kendaraan sudah ada, hidup sudah tenang dan nyaman, tapi karena merasa harus terus berlomba mengejar dunia, dia akan berada di jalan yang semakin sempit.
"Orang yang terus mengejar dunia, hidupnya akan terasa susah. Ada saatnya hendaklah manusia berjalan santai saja. Menikmati setelah lelah berlari,"ungkap dai asal Yogjakarta ini.
Baca juga: Bandara Aminggaru Ilaga dan Wilayah Sekitarnya Dikuasai Pasukan TNI-Polri
Hendaklah manusia hidup dengan qana’ah atau merasa cukup. Merasa puas dan ridha dengan karunia Allah Ta'ala. Sebaliknya, kalau tentang akhirat, maka petunjuk dari Allah Ta'ala adalah umat Islam disuruh berlomba-lomba, mencari, dan mengejar. Tidak boleh merasa cukup dan merasa sudah beramal.
Salah satu tanda muslimin yang perhatian pada akhiratnya adalah menjaga shalatnya. Jika ingin memperbaiki hidup, maka mulailah dengan memperbaiki sholat. Mengapa harus memperbaiki shalat terlebih dahulu untuk menjadi lebih baik? Karena memulai perbaikan diri dengan memperbaiki sholat terlebih dahulu memang adalah hal yang tepat dan benar.
Baca juga: Produk-Produk Paling Hit Era 2000-an, dari Majalah sampai Ponsel
Karena shalat merupakan ibadah yang paling utama dalam menghamba kepada Allah Ta'ala. Dan apabila sholat sudah baik menurut Allah, maka sudah jelas kehidupan dunia sekaligus kehidupan akhirat juga akan membaik.
Shalat merupakan tiang agama. Jagalah sholat agar kehidupan tetap terjaga dengan baik. Jika shalat telah baik, maka Allah akan menjaga kehidupan hambaNya dan menjaga apa-apa yang dibutuhkan dalam hidup seorang muslim.
Baca juga: Survei Parameter Politik Indonesia: 45,3% Publik Tidak Setuju Jokowi 3 Periode
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :