Mengejar Pahala Amal Akhirat
Sabtu, 05 Juni 2021 - 13:41 WIB
loading...
Hendaklah manusia hidup dengan qana’ah atau merasa cukup. Merasa puas dan ridha dengan karunia Allah Taala. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan dunia memang untuk manusia. Tetapi, manusia diciptakan bukan untuk dunia. Manusia diciptakan untuk akhirat, karena itulah perlunya mengejar amal akhirat .
Tentang hal tersebut, Allah mengingatkan manusia dalam Al- Qur'an Surat Al-Qashash ayat 77.
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash : 77).
Baca juga: Curhat Tanpa Ghibah, Bisakah?
Dalam tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa manusia diminta untuk mencari pahala negeri akhirat. Yakni dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah Ta'ala. Tentang kehidupan dunia, Allah mengingatkan jangan melupakannya, karena manusia memang hidup di dunia.
Hidup di dunia bersenang-senang dengan wajar saja, yakni dengan sesuatu hal yang halal, tanpa berlebihan, serta berhati-hati. Dan berbuat baiklah kepada orang-orang. Terutama gemar bersedekah dan berinfak. Jadi, untuk akhirat harus diupayakan dan dicari bahkan dikejar. Sedangkan untuk dunia, cuma perlu diingatkan jangan dilupakan. Karena jika dibalik, dunia yang dikejar-kejar, maka manusia akan merugi.
Baca juga: Bolehkah Bersedekah dengan Mempunyai Hajat Tertentu?
Perlombaan mengejar dunia tidak ada ujungnya dan penuh tipuan. Karena sifat manusia tidak akan puas dengan dunia kecuali setelah mati. Barulah manusia berhenti mengejar dunia setelah mulut penuh terisi tanah (mati).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
,ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻻِﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺩِﻳَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﻤْﻸَ ﻓَﺎﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ، ﻭَﻳَﺘُﻮﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ
“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati). Dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” ( Muttafaqun ‘alaih)
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Aib Diri
Tentang hal tersebut, Allah mengingatkan manusia dalam Al- Qur'an Surat Al-Qashash ayat 77.
وَٱبْتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash : 77).
Baca juga: Curhat Tanpa Ghibah, Bisakah?
Dalam tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa manusia diminta untuk mencari pahala negeri akhirat. Yakni dengan mengamalkan ketaatan kepada Allah Ta'ala. Tentang kehidupan dunia, Allah mengingatkan jangan melupakannya, karena manusia memang hidup di dunia.
Hidup di dunia bersenang-senang dengan wajar saja, yakni dengan sesuatu hal yang halal, tanpa berlebihan, serta berhati-hati. Dan berbuat baiklah kepada orang-orang. Terutama gemar bersedekah dan berinfak. Jadi, untuk akhirat harus diupayakan dan dicari bahkan dikejar. Sedangkan untuk dunia, cuma perlu diingatkan jangan dilupakan. Karena jika dibalik, dunia yang dikejar-kejar, maka manusia akan merugi.
Baca juga: Bolehkah Bersedekah dengan Mempunyai Hajat Tertentu?
Perlombaan mengejar dunia tidak ada ujungnya dan penuh tipuan. Karena sifat manusia tidak akan puas dengan dunia kecuali setelah mati. Barulah manusia berhenti mengejar dunia setelah mulut penuh terisi tanah (mati).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
,ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻻِﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺩِﻳَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﻤْﻸَ ﻓَﺎﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ، ﻭَﻳَﺘُﻮﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ
“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati). Dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” ( Muttafaqun ‘alaih)
Baca juga: 4 Langkah Menemukan Aib Diri
Lihat Juga :