Pekerjaan Iblis, Menghiasi yang Buruk Menjadi Indah
Selasa, 08 Juni 2021 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
"Maka jangan lepaskan sensor ilmu dari hati kita. Karena kalau sensor ini tidak bekerja, kita mudah mengikuti bisikan setan,"urainya.
Baca juga: Pemerintah Akan Kembali Usulkan Penghapusan Sejumlah Lembaga Negara
Iblis yang selalu sibuk mengacaukan pikiran anak Adam adalah korban pertama dari kekacauan pikirannya sendiri. Ketika dia membuat satu analogi yang keliru. Ia merasa lebih lebih utama daripada Adam karena asal-usul. Padahal keutamaan tidak dilihat dari asal-usul penciptaan. Tapi keutamaan itu anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah meninggikan siapa yang Dia kehendaki dan merendahkan siapa yang Dia kehendaki.
Baca juga: Meroket! Hasil Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh 105,1 Persen
Allah menciptakan iblis dari api dan menciptakan Adam dari tanah. Iblis merasa api lebih baik dari tanah. Itulah kekacauan logika iblis. Dengan kekacauan logika iblis ini ia menolak perintah Allah. Maka bahaya mencampuri syariat dengan logika. Karena banyak hal-hal yang terkadang belum sampai logika kita kepada syariat itu. Oleh karena itu jangan dikorbankan syariatnya, tapi yang dikorbankan adalah pikiran kita yang masih dangkal.
Baca juga: Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Isolasi Tiga RSUD di Bandung Barat Penuh
Wallahu A'lam
Baca juga: Pemerintah Akan Kembali Usulkan Penghapusan Sejumlah Lembaga Negara
Iblis yang selalu sibuk mengacaukan pikiran anak Adam adalah korban pertama dari kekacauan pikirannya sendiri. Ketika dia membuat satu analogi yang keliru. Ia merasa lebih lebih utama daripada Adam karena asal-usul. Padahal keutamaan tidak dilihat dari asal-usul penciptaan. Tapi keutamaan itu anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah meninggikan siapa yang Dia kehendaki dan merendahkan siapa yang Dia kehendaki.
Baca juga: Meroket! Hasil Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh 105,1 Persen
Allah menciptakan iblis dari api dan menciptakan Adam dari tanah. Iblis merasa api lebih baik dari tanah. Itulah kekacauan logika iblis. Dengan kekacauan logika iblis ini ia menolak perintah Allah. Maka bahaya mencampuri syariat dengan logika. Karena banyak hal-hal yang terkadang belum sampai logika kita kepada syariat itu. Oleh karena itu jangan dikorbankan syariatnya, tapi yang dikorbankan adalah pikiran kita yang masih dangkal.
Baca juga: Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Isolasi Tiga RSUD di Bandung Barat Penuh
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :