Kisah Tabi'in Abu Muslim Al-Khaulani

Orang Bilang Muawiyah Pemimpin, dia Menyebut Pelayan (Bagian 2-Habis)

loading...
Orang Bilang Muawiyah Pemimpin, dia Menyebut Pelayan (Bagian 2-Habis)
Ilustrasi/Ist
Abu Muslim al-Khaulani berangkat menuju Madinah dan sangat berharap dapat menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau sudah beriman sebelum bertemu Nabi SAW dan rindu untuk mendampingi beliau sebagai sahabat.

Baca juga: Abu Muslim Al-Khaulani (1): Berbekal Iman, Nabi Palsu Gagal Membakarnya

Tapi sayang, belum lagi memasuki Madinah, beliau mendengar kabar bahwa Rasulullah SAW telah wafat dan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu terpilih sebagai khalifah kaum muslimin. Tak terkira betapa kecewa beliau mendengarnya.

Setibanya di Madinah, beliau langsung menuju Masjid Nabawi. Beliau menambatkan ontanya di samping masjid, kemudian memasuki Masjid Nabawi setelah mengucapkan shalawat dan salam bagi Nabi SAW.

Beliau mendekati salah satu tiang masjid lalu salat di sana. Usai salat, Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu menghampirinya seraya bertanya: “Dari manakah asal Anda?”

Abu Muslim: “Saya dari Yaman.”

Umar: “Bagaimana kabar saudara kita yang hendak dibakar hidup-hidup oleh musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala lalu Allah menyelamatkannya itu?”

Abu Muslim: “Alhamdulillah dia dalam keadaan baik.”

Umar: “Demi Allah, bukankah Anda orangnya?”

Abu Muslim: “Benar,”
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا الۡقُرۡاٰنَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِنۡ مُّدَّكِرٍ
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

(QS. Al-Qamar:22)
cover bottom ayah
preload video