Berbuat Baik Kepada Binatang
Kamis, 17 Juni 2021 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
“Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menentukan untuk berbuat baik terhadap segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, baguskanlah dalam membunuh. Apabila kamu menyembelih, baguslah dalam cara menyembelih. Hendaklah salah seorang kalian menajamkan belatinya dan menjadikan binatang sembelihan cepat mati.” (HR. Muslim)
Namun, janganlah seorang mengasah belatinya di hadapan binatang yang akan disembelihnya. Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menegur orang yang melakukan demikian dengan sabdanya,
“Mengapa kamu tidak mengasah sebelum ini?! Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali?!” (HR. ath-Thabarani dan al-Baihaqi. Syaikh al-Albani menilainya sahih)
Baca juga: Lowongan Kerja Bagi Kelas Menengah Masih Kurang di Indonesia, Bank Dunia Sarankan Ini
4. Tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang
Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melewati seekor keledai yang dicap pada wajahnya. Beliau mengatakan,
لَعَنَ اللهُ الَّذِي وَسَمَهُ
“Allah melaknat orang yang memberinya cap.” (HR. Muslim)
Namun, boleh memberi cap pada binatang di selain wajah. Tidak menjadikan binatang yang hidup sebagai sasaran latihan memanah dan yang semisalnya. Sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata,
إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنِ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang memiliki roh sebagai sasaran untuk dilempar.” (Muttafaqun ‘alaih)
Baca juga: Hari Ini 32 Jenazah Covid-19 Dimakamkan, Begini Penampakan Antrean Mobil Jenazah di Jakarta
Inilah beberapa petunjuk Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, agar kita sebagai muslim berbuat baik kepada binatang.
Wallahu A'lam
Namun, janganlah seorang mengasah belatinya di hadapan binatang yang akan disembelihnya. Dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menegur orang yang melakukan demikian dengan sabdanya,
“Mengapa kamu tidak mengasah sebelum ini?! Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali?!” (HR. ath-Thabarani dan al-Baihaqi. Syaikh al-Albani menilainya sahih)
Baca juga: Lowongan Kerja Bagi Kelas Menengah Masih Kurang di Indonesia, Bank Dunia Sarankan Ini
4. Tidak memberi cap dengan besi yang dipanaskan pada wajah binatang
Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam melewati seekor keledai yang dicap pada wajahnya. Beliau mengatakan,
لَعَنَ اللهُ الَّذِي وَسَمَهُ
“Allah melaknat orang yang memberinya cap.” (HR. Muslim)
Namun, boleh memberi cap pada binatang di selain wajah. Tidak menjadikan binatang yang hidup sebagai sasaran latihan memanah dan yang semisalnya. Sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata,
إِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنِ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengutuk orang yang menjadikan sesuatu yang memiliki roh sebagai sasaran untuk dilempar.” (Muttafaqun ‘alaih)
Baca juga: Hari Ini 32 Jenazah Covid-19 Dimakamkan, Begini Penampakan Antrean Mobil Jenazah di Jakarta
Inilah beberapa petunjuk Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, agar kita sebagai muslim berbuat baik kepada binatang.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :