Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Berikut Keutamaannya

loading...
Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Berikut Keutamaannya
Puasa Arafah dan Tarwiyah di bulan Dzuhijjah dapat menggugurkan dosa dua tahun. Foto/Ist
Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah berikut keutamaannya perlu diketahui umat muslim. Tak lama lagi kita akan memasuki bulan mulia Dzulhijjah bertepatan tanggal 11 Juli 2021.

Dzulhijjah adalah bulan yang diagungkan Allah dan di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan keberkahan. Selain menyembelih hewan kurban, di bulan Dzulhijjah kita juga diperintahkan berpuasa terutama pada 10 hari pertama.

Puasa sunnah yang paling ditekankan Nabi yaitu Puasa Arafah dan Tarwiyah. Keutamaan puasa ini diterangkan Rasulullah SAW dalam hadisnya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun akan datang. Puasa 'Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi berkata: "Puasa di hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu. Sedangkan puasa hari Arafah (9 Zulhijah) akan mengampuni dosa dua tahun," (HR Tirmidzi)

Berikut Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah:

1. Puasa Sunnah 8 Dzulhijjah disebut Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى

Nawaitu Shouma Tarwiyata Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala)

2. Puasa Sunnah 9 Dzulhijjah disebut Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّهِ تَعَلٰى

Nawaitu Shouma 'Arofata Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala)

Bagi yang ingin menghidupkan puasa sunnah Dzulhijjah, berikut lafaz niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Syahri Dzulhijjah Sunnatan Lillahi Ta'ala.
(Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala)

Baca Juga: Doa Khusus di Hari Arafah, Dibaca Bakda Ashar
(rhs)
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur:31)
cover bottom ayah
preload video