Anak Hasil Perzinaan, Bagaimana Status dan Nasabnya?
Rabu, 23 Juni 2021 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Polisi Tutup Akses ke Pusat Kota, Begini Situasi Kota Tasikmalaya
Ringkasnya, anak hasil zina itu tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinai ibunya (walaupun itu jadi suaminya). Konsekuensinya adalah:
1. Anak itu tidak berbapak.
2. Anak itu tidak saling mewarisi dengan laki-laki itu.
3. Bila anak itu perempuan dan di kala dewasa ingin menikah, maka walinya bukan laki-laki tadi, namun walinya adalah wali hakim, karena dia itu tidak memiliki wali.
Baca juga: Darurat Corona, HNW: Jangan Meresahkan dengan Wacana Presiden 3 Periode
Karena itu, hindari zina dan jangan pernah melakukan perbuatan ini. Karena gara-gara zina, akhirnya nasab jadi rusak. Inilah akibat dari perbuatan zina. Setiap yang ditanam pasti akan dituai hasilnya. Jika yang ditanam keburukan, maka keburukan berikut pula yang didapat. Oleh karena itu, para salaf mengatakan,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”(Tafsir Al Qur'an Al Azhim, Ibnu Katsir)
Semoga Allah senantiasa memberi taufik, memberikan kita kekuatan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.
Baca juga: Integrasi Transportasi Publik Segera Terwujud
Wallahu A'lam
Ringkasnya, anak hasil zina itu tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinai ibunya (walaupun itu jadi suaminya). Konsekuensinya adalah:
1. Anak itu tidak berbapak.
2. Anak itu tidak saling mewarisi dengan laki-laki itu.
3. Bila anak itu perempuan dan di kala dewasa ingin menikah, maka walinya bukan laki-laki tadi, namun walinya adalah wali hakim, karena dia itu tidak memiliki wali.
Baca juga: Darurat Corona, HNW: Jangan Meresahkan dengan Wacana Presiden 3 Periode
Karena itu, hindari zina dan jangan pernah melakukan perbuatan ini. Karena gara-gara zina, akhirnya nasab jadi rusak. Inilah akibat dari perbuatan zina. Setiap yang ditanam pasti akan dituai hasilnya. Jika yang ditanam keburukan, maka keburukan berikut pula yang didapat. Oleh karena itu, para salaf mengatakan,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”(Tafsir Al Qur'an Al Azhim, Ibnu Katsir)
Semoga Allah senantiasa memberi taufik, memberikan kita kekuatan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.
Baca juga: Integrasi Transportasi Publik Segera Terwujud
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :