Adab dan Waktu yang Tepat Kala Memberi Nasehat
Rabu, 23 Juni 2021 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
“Sesungguhnya Allah mencintai lemah lembut dalam segala perkara.” (HR. Bukhari Muslim)
Baca juga: PT KAI Berdayakan Aset-asetnya untuk Dongkrak Kinerja Perusahaan
4. Nasehati diri sendiri terlebih dahulu sebelum orang lain
Ada baiknya kita memastikan diri memperoleh hikmah dan manfaat dari nasehat yang kita berikan untuk orang lain, jangan sampai kita menasehati orang namun sendirinya masih berbuat buruk dan tidak menjalankan apa yang kita nasehati:
”Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS ash Shaff: 2-3)
5. Nasehatilah dengan ilmu, bukan nafsu
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani , semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Q.S al Israa’ 36)
Sebisa mungkin, pastikan kita memberi nasehat sesuai dengan ilmu yang mumpuni dan pernah kita pelajari serta bisa dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Bandung Terasa Lebih Dingin dan Berkabut, Ini Penjelasan BMKG
6. Tetap sabar dalam memberi nasehat, meskipun nasehat kita tak dituruti
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman.” (QS adz Dzaariyaat 55)
Tidak ada alasan untuk berhenti memberi nasehat, sekalipun nasehat yang kita sampaikan tak pernah digubris apalagi dilaksanakan, namun sesungguhnya kita sedang memberikan hak saudara seiman untuk dinasehati. Maka jangan pernah bosan memberi nasehat dan peringatan kepada saudara kita.
Wallahu A'lam
Baca juga: PT KAI Berdayakan Aset-asetnya untuk Dongkrak Kinerja Perusahaan
4. Nasehati diri sendiri terlebih dahulu sebelum orang lain
Ada baiknya kita memastikan diri memperoleh hikmah dan manfaat dari nasehat yang kita berikan untuk orang lain, jangan sampai kita menasehati orang namun sendirinya masih berbuat buruk dan tidak menjalankan apa yang kita nasehati:
”Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS ash Shaff: 2-3)
5. Nasehatilah dengan ilmu, bukan nafsu
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani , semua itu akan diminta pertanggung jawabannya.” (Q.S al Israa’ 36)
Sebisa mungkin, pastikan kita memberi nasehat sesuai dengan ilmu yang mumpuni dan pernah kita pelajari serta bisa dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Bandung Terasa Lebih Dingin dan Berkabut, Ini Penjelasan BMKG
6. Tetap sabar dalam memberi nasehat, meskipun nasehat kita tak dituruti
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman.” (QS adz Dzaariyaat 55)
Tidak ada alasan untuk berhenti memberi nasehat, sekalipun nasehat yang kita sampaikan tak pernah digubris apalagi dilaksanakan, namun sesungguhnya kita sedang memberikan hak saudara seiman untuk dinasehati. Maka jangan pernah bosan memberi nasehat dan peringatan kepada saudara kita.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :