Bertepatan Hari Tasyrik, Begini Cara Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah

Sabtu, 26 Juni 2021 - 15:23 WIB
loading...
Bertepatan Hari Tasyrik, Begini Cara Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah
Keutamaan menghidupkan puasa Ayyamul Bidh setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun. Foto ilustrasi/dok nasihatsahabat
A A A
Puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah bertepatan Hari Tasyrikatau hari yang dilarang untuk puasa. Lalu, bagaimana cara mengerjakan puasa sunnah Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah nanti?

Untuk diketahui, awal Dzulhijjah insya Allah kita masuki pada tanggal 11 Juli 2021. Di bulan mulia itu umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah bertepatan 20 Juli 2021.

Baca Juga: Amalan Puasa Sunnah di Bulan Mulia

Adapun Hari Raya Idul Adha dan 3 hari setelahnya merupakan Hari Tasyrik. Begini penjelasan Ustaz Hanif Luthfi Lc MA terkait puasa Ayyamul Bidh di bulan Dzulhijjah dilansir dari rumahfiqih.

Puasa Ayyamul Bidh (Ayyam al-Bidh) adalah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Ayyamul Bidh artinya adalah hari-hari putih.

Puasa ini biasanya dilakukan 3 hari dalam tiap bulan ketika rembulan sedang purnama, yaitu tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Qamariyyah (kalender Hijriyah). Adapun kesunnahan puasa Ayyamul Bidh ini menjadi masalah ketika di bulan Dzulhijjah, dimana tanggal 13 bulan Dzulhijjah masih masuk Hari Tasyri kyang dilarang puasa.

Sebagaimana hadis dalam Sahih Al-Bukhari dari Ibnu 'Umar dan 'Aisyah, mereka mengatakan:

لَمْ يُرَخَّصْ فِى أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ، إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْىَ

"Pada hari Tasyriq tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapat al-hadyu ketika itu." (HR Al-Bukhari)

Lantas apakah puasanya cukup 2 hari saja, atau geser ke hari berikutnya? Jika biasanya puasa Ayyamul Bidh dilakukan tiap tanggal 13,14,15 tiap bulannya, maka pada bulan Dzulhijjah bisa dilakukan 14,15, dan tanggal lainnya. Bisa tanggal 16 atau selain tanggal itu.

Imam an-Nawawi (wafat 676 H) menyebutkan dalam Kitabnya al-Majmu' bahwa puasa 3 hari di setiap bulan itu tak harus tanggal 13,14,15. Tapi yang penting 3 hari. Beliau menyebutkan:

وثبتت أحاديث في الصحيح بصوم ثلاثة أيام من كل شهر من غير تعيين لوقتها وظاهرها أنه متى صامها حصلت الفضيلة

"Hadis-hadis yang sahih menyebutkan bahwa puasa 3 hari tiap bulan tak dibatasi waktunya. Zahirnya jika sudah puasa 3 bulan, maka sudah hasil pahalanya."

Adapun hadis yang menunjukkan kesunnahan puasa 3 hari tiap bulan, tanpa disebutkan tanggal pastinya adalah sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

"Kekasihku (yaitu Rasulullah mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan sholat Dhuha, (3) mengerjakan sholat witir sebelum tidur." (HR Al-Bukhari)

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Hadis lain yang menerangkan keutamaan puasa 3 hari setiap bulan yaitu dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash, Rasulullah bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Al-Bukhari)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2399 seconds (10.177#12.26)