Amalan Puasa Sunnah di Bulan Mulia

loading...
Amalan Puasa Sunnah di Bulan Mulia
Melaksanakan puasa sunnah di bulan haram (mulia) seperti bulan Dzulqadah ini, pahalanya akan dilipatgandakan. Foto ilustrasi/ist
Saat ini, umat Islam sudah memasuki bulan Dzulqa'dah , bulan yang termasuk satu di antara 4 bulan haram/mulia, dengan bulan Dzulhijjah, Al-Muharram dan bulan Rajab. Sebagai muslim, kita juga disunnahkan untuk memperbanyak puasa sunnah di bulan haram (mulia) ini. Salah satunya, kita bisa melakukan puasa sunnah mutlak. Apa itu puasa sunnah mutlak?

Baca juga: Menunda Shalat, Dosa yang Sering Diremehkan Perempuan

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc dalam tulisannya di laman instagramn menjelaskan, puasa sunnah mutlak adalah puasa sunnah yang waktu pengerjaannya tidak terikat dengan waktu tertentu (selama bukan di hari dilarangnya untuk berpuasa).

Adapun seperti puasa Arafah 9 Dzulhijjah, puasa Asyura 10 Al-Muharram, puasa Senin-Kamis, dan puasa yang lainnya tidak termasuk ke dalam puasa sunnah mutlak.

Baca juga: Mungkinlah Mencari Teman Tanpa Aib?

Dalilnya adalah keumuman dari hadis Abu Sa’id Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللهِ بَعَّدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Barangsiapa melakukan puasa satu hari di jalan Allah (dalam melakukan ketaatan kepada Allah), maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” (HR. Bukhari no. 2840)

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Qur'an Tanpa Mengetahui Artinya?

Puasa sunnah mutlak ini bisa dilakukan baik di bulan haram (bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Al-Muharram & Rajab), maupun di bulan-bulan lainnya. Dan tidak ada niat khusus. Diniatkannya adalah puasa sunnah mutlak, bukan diniatkan karena ada kekhususan tertentu .
halaman ke-1
cover top ayah
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَا ‌ؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡ‌ؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَا ‌ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَا ‌‌ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ‌ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

(QS. Al-Baqarah:286)
cover bottom ayah
preload video