Abu Nawas Memang Debitur yang Cerdik, Tuan Tanah Kena Tipu
Rabu, 27 Mei 2020 - 06:41 WIB
loading...
A
A
A
Tuan tanah itu bertanya lagi dengan Abu Nawas kapan telur itu akan beranak? Abu Nawas menjawab itu tergantung dengan keadaan.
Baca juga: Abu Nawas Pening, Baginda Minta Harimau Berjenggot
Lima hari kemudian, Abu Nawas kembali ke rumah tuan tanah itu untuk mengembalikan telur 3 menjadi 5 butir. Melihat 5 butir telur betapa senangnya Tuan tanah itu. Ia lalu menanyakan kepada Abu Nawas apakah ia akan meminjam lagi.
Abu Nawas lalu meminjam piring tembikar sebanyak 2 buah. Tuan tanah itu memberikan dengan senang hati dan berharap piringnya itu menjadi banyak.
Lima hari kemudian Abu Nawas datang dengan membawa 3 piring tembikar. Walaupun tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi hati tuan tanah cukup gembira karena dua piring dulu hanya melahirkan 1 anak saja. Tak mengapa, pikir sang tuan tanah, karena bisa saja orang mempunyai anak tunggal bahkan tidak memiliki anak.
Abu Nawas dan tuan tanah itu sama-sama senang. Oleh karena itu tuan tanah meminjamkan uang senilai 1000 dinar. Jumlah yang sangat besar, gaji buat seluruh karyawan dan pekerjanya selama 1 bulan. Tuan tanah itu berangan-angan bahwa uang yang dipinjam Abu Nawas nanti akan diapakan karena akan banyak beranak.
Baca juga: Cara Jitu Abu Nawas Balas Dendam, Pipi Baginda Kena Tabok
Tuan tanah itu menanti dengan tidak sabar. Ditunggu selama lima hari, Abu Nawas tidak kunjung datang. Hampir satu bulan, Abu Nawas juga tidak datang. Saat tuan tanah bermaksud mengirim debt collector, Abu Nawas tiba-tiba nongol.
Mulanya tuan tanah gembira. Tapi begitu Abu Nawas selesai menjelaskan persoalannya, tuan tanag jadi marah bukan kepalang.
“Sayang sekali tuan. Uang yang saya pinjam itu, bukannya beranak, malah tiga hari kemudian mati mendadak,” kata Abu Nawas.
Baca juga: Abu Nawas Pening, Baginda Minta Harimau Berjenggot
Lima hari kemudian, Abu Nawas kembali ke rumah tuan tanah itu untuk mengembalikan telur 3 menjadi 5 butir. Melihat 5 butir telur betapa senangnya Tuan tanah itu. Ia lalu menanyakan kepada Abu Nawas apakah ia akan meminjam lagi.
Abu Nawas lalu meminjam piring tembikar sebanyak 2 buah. Tuan tanah itu memberikan dengan senang hati dan berharap piringnya itu menjadi banyak.
Lima hari kemudian Abu Nawas datang dengan membawa 3 piring tembikar. Walaupun tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi hati tuan tanah cukup gembira karena dua piring dulu hanya melahirkan 1 anak saja. Tak mengapa, pikir sang tuan tanah, karena bisa saja orang mempunyai anak tunggal bahkan tidak memiliki anak.
Abu Nawas dan tuan tanah itu sama-sama senang. Oleh karena itu tuan tanah meminjamkan uang senilai 1000 dinar. Jumlah yang sangat besar, gaji buat seluruh karyawan dan pekerjanya selama 1 bulan. Tuan tanah itu berangan-angan bahwa uang yang dipinjam Abu Nawas nanti akan diapakan karena akan banyak beranak.
Baca juga: Cara Jitu Abu Nawas Balas Dendam, Pipi Baginda Kena Tabok
Tuan tanah itu menanti dengan tidak sabar. Ditunggu selama lima hari, Abu Nawas tidak kunjung datang. Hampir satu bulan, Abu Nawas juga tidak datang. Saat tuan tanah bermaksud mengirim debt collector, Abu Nawas tiba-tiba nongol.
Mulanya tuan tanah gembira. Tapi begitu Abu Nawas selesai menjelaskan persoalannya, tuan tanag jadi marah bukan kepalang.
“Sayang sekali tuan. Uang yang saya pinjam itu, bukannya beranak, malah tiga hari kemudian mati mendadak,” kata Abu Nawas.
Lihat Juga :