Keistimewaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Kamis, 01 Juli 2021 - 08:45 WIB
loading...
Keistimewaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
ilustrasi. Foto wikipedia
A A A
Dalam waktu yang tidak begitu lama, umat muslim akan memasuki bulan Dzulhijjah . Dzulhijjah sendiri termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan. Karena itu, Syariat Islam memerintahkan umat Islam untuk menyemarakkannya dengan berbagai amal shaleh yang istimewa.

Baca juga: Ketika Nafsu Bertempur Setiap Hari

Muslimah, bulan Dzulhijjah disebut banyak keutamaan karena ada banyak amalan yang disunnahkan pada bulan tersebut, terutama di 10 hari pertama bulan yang dikenal sebagai bulan haji atau bulan kurban tersebut. Mengutip tulisan Ustadz Abu Ammar di laman dakwahid, berikut keutamaan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini, di antaranya:

1. Allah ‘azza wa jalla bersumpah dengannya

Allah Ta'ala berfirman,

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)

“Demi waktu fajar. Dan demi sepuluh malam.” (QS. Al-Fajr : 1-2)

Makna sepuluh malam dalam ayat yang mulia ini adalah sepuluh malam yang pertama dalam bulan Dzulhijjah, menurut mayoritas ulama tafsir, dan inilah pendapat yang benar menurut penelitian Imam Ibnu Katsir ad-Dimasyqi.

Baca juga: Nasehat Seorang Perempuan dan Sang Alim

2. Ia merupakan hari-hari yang disyariatkan secara khusus untuk memperbanyak zikir

Allah Ta'ala berfirman,

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

“Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Haj : 28)

Menurut mayoritas ulama tafsir, termasuk di antaranya sahabat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, maksud dari menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

3. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari-hari di dunia yang paling mulia

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis berikut ini.

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا أَيَّامُ الْعَشْرِ – يَعْنِي عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ – قِيلَ: وَلَا مِثْلُهُنَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا مِثْلُهُنَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ عَفَّرَ وَجْهَهُ فِي التُّرَابِ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari-hari di dunia yang paling utama adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah).”

Baca juga: Pergaulan dan Syirik Tersembunyi

Para sahabat bertanya, “Hari-hari yang dipergunakan (jihad) di jalan Allah juga tidak menandinginya?”
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1764 seconds (11.210#12.26)