Bolehkah Perempuan Haid Berwudhu Sebelum Tidur?
Kamis, 01 Juli 2021 - 19:27 WIB
loading...
ilustrasi. Foto istimewa
A
A
A
Sebelum tidur, kita dianjurkan untuk berwudhu . Amalan yang merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ini, agar tidur pun mendapat pahala dan berkah, serta dijauhi dari gangguan setan .
Namun, apakah anjuran ini juga berlaku untuk perempuan yang tengah berhadast besar seperti menstruasi atau haid? Bagaimana hukumnya? Dikutip dari beragam sumber, tentang hal tersebut setidaknya ada dua hukum bagi wudhu perempuan yang tengah haid ini, yakni:
Baca juga: Berbangga dengan Dosa, Kok Bisa?
1. Tidak disunnahkan berwudhu sebelum tidur
Hal in sebagaimana pendapat para ulama Syafiiyah. Ketika perempuan haid berwudhu maka wudhunya itu tidak akan mendatangkan manfaat apapun. Hal ini serupa ketika seorang perempuan tengah mandi wajib dan haidnya mengalir, maka hadatsnya tidak hilang.
Imam Syafi’I Rahimahullah mengatakan bahwa anjuran berwudhu sebelum tidur tidaklah berlaku pada perempuan haid. Karena meskipun ia mandi, hadatsnya tidak akan hilang (jika masih terus keluar darah). Hal ini berbeda dengan orang junub. Namun jika darah berhenti, namun belum langsung mandi wajib, maka statusnya sama seperti orang junub.
Baca juga: Keistimewaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Lebih lanjut, Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan dalam Syarah Muslim, “Adapun ashab kami, mereka sepakat bahwasanya tidak disunnahkan berwudhu bagi wanita haid dan wanita nifas. Karena berwudhu tidak berpengaruh pada hadats mereka berdua. Jika wanita haid sudah berhenti darah haidnya, maka dia seperti orang junub.”
2. Sunnah berwudhu sebelum tidur
Perempuan yang sedang haid diperbolehkan berwudhu sebelum tidur dengan catatan bahwa darah haidnya sudah tidak mengalir lagi lantaran perempuan dengan kondisi tersebut dikenakan status seperti junub.
Namun, apakah anjuran ini juga berlaku untuk perempuan yang tengah berhadast besar seperti menstruasi atau haid? Bagaimana hukumnya? Dikutip dari beragam sumber, tentang hal tersebut setidaknya ada dua hukum bagi wudhu perempuan yang tengah haid ini, yakni:
Baca juga: Berbangga dengan Dosa, Kok Bisa?
1. Tidak disunnahkan berwudhu sebelum tidur
Hal in sebagaimana pendapat para ulama Syafiiyah. Ketika perempuan haid berwudhu maka wudhunya itu tidak akan mendatangkan manfaat apapun. Hal ini serupa ketika seorang perempuan tengah mandi wajib dan haidnya mengalir, maka hadatsnya tidak hilang.
Imam Syafi’I Rahimahullah mengatakan bahwa anjuran berwudhu sebelum tidur tidaklah berlaku pada perempuan haid. Karena meskipun ia mandi, hadatsnya tidak akan hilang (jika masih terus keluar darah). Hal ini berbeda dengan orang junub. Namun jika darah berhenti, namun belum langsung mandi wajib, maka statusnya sama seperti orang junub.
Baca juga: Keistimewaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Lebih lanjut, Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan dalam Syarah Muslim, “Adapun ashab kami, mereka sepakat bahwasanya tidak disunnahkan berwudhu bagi wanita haid dan wanita nifas. Karena berwudhu tidak berpengaruh pada hadats mereka berdua. Jika wanita haid sudah berhenti darah haidnya, maka dia seperti orang junub.”
2. Sunnah berwudhu sebelum tidur
Perempuan yang sedang haid diperbolehkan berwudhu sebelum tidur dengan catatan bahwa darah haidnya sudah tidak mengalir lagi lantaran perempuan dengan kondisi tersebut dikenakan status seperti junub.
Lihat Juga :