Hati-hati Tipu Daya Setan Ini : Talbis dan Ghurur
Kamis, 08 Juli 2021 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Berbeda dengan seorang yang memiliki ilmu, dia melihat segala sesuatu dengan ilmu. Sehingga jelas baginya mana yang haq dan yang batil. Adapun orang yang jahil dan dia melihat segala sesuatu dengan kacamata kejahilan, maka boleh jadi warna merah terlihat sebagai warna biru baginya atau sebaliknya. Itulah beda antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.
Baca juga: 3 Anggota Satgas Pinang Sirih Yonif 310/KK Terluka usai Kontak Tembak dengan KKB Egianus Kogoya
Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Katakanlah: ‘Apakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu?’” (QS. Az-Zumar: 9)
Oleh karena itu Al-Hasan Al-Bashri pernah mengatakan bahwa seorang alim dengan kacamata ilmunya dapat melihat fitnah sebelum fitnah itu datang, maka dia menghindarinya. Adapun awam baru tahu itu fitnah setelah fitnah itu menimpa dirinya.
"Inilah yang disebut dengan ghurur (orang yang terpedaya). Semua itu terjadi karena adanya syubhat yang mengakibatkan munculnya keyakinan yang salah,"ungkapnya.
Baca juga: Ledakan Besar Guncang Pelabuhan Jebel Ali, Seluruh Dubai Bergetar
Diperlukan Ilmu
Untuk itu, Ustadz Abu Ihsan menyarankan, sebagai muslim kita memerlukan ilmu dan kewaspadaan yang penuh untuk bisa selamat dari langkah-langkah setan untuk menyesatkan anak Adam. Tentu saja setan dengan mudah menaklukan orang jahil. Dan setan perlu talbis yang lebih kuat untuk memperdaya orang yang berilmu. Walaupun tidak ada jaminan orang yang berilmu selamat dari tipu daya setan, tapi akan lebih mudah bagi iblis dan bala tentaranya untuk memperdaya orang yang jahil. Dia akan lebih leluasa untuk menempatkan orang jadi ini kedalam bentuk kesesatan apa yang diinginkannya.
Baca juga: 3 Anggota Satgas Pinang Sirih Yonif 310/KK Terluka usai Kontak Tembak dengan KKB Egianus Kogoya
Allah Ta'ala berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Katakanlah: ‘Apakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu?’” (QS. Az-Zumar: 9)
Oleh karena itu Al-Hasan Al-Bashri pernah mengatakan bahwa seorang alim dengan kacamata ilmunya dapat melihat fitnah sebelum fitnah itu datang, maka dia menghindarinya. Adapun awam baru tahu itu fitnah setelah fitnah itu menimpa dirinya.
"Inilah yang disebut dengan ghurur (orang yang terpedaya). Semua itu terjadi karena adanya syubhat yang mengakibatkan munculnya keyakinan yang salah,"ungkapnya.
Baca juga: Ledakan Besar Guncang Pelabuhan Jebel Ali, Seluruh Dubai Bergetar
Diperlukan Ilmu
Untuk itu, Ustadz Abu Ihsan menyarankan, sebagai muslim kita memerlukan ilmu dan kewaspadaan yang penuh untuk bisa selamat dari langkah-langkah setan untuk menyesatkan anak Adam. Tentu saja setan dengan mudah menaklukan orang jahil. Dan setan perlu talbis yang lebih kuat untuk memperdaya orang yang berilmu. Walaupun tidak ada jaminan orang yang berilmu selamat dari tipu daya setan, tapi akan lebih mudah bagi iblis dan bala tentaranya untuk memperdaya orang yang jahil. Dia akan lebih leluasa untuk menempatkan orang jadi ini kedalam bentuk kesesatan apa yang diinginkannya.
Lihat Juga :