Apakah Wali Hanya Dikenal Oleh Para Wali? (Bagian 2/Tamat)
Kamis, 08 Juli 2021 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Sering kali sesama wali bahkan saling memuji dan mengagumi kedudukan masing-masing. Kebiasaan para wali Allah yang saling memuji sesama wali dan menyebut kedudukannya secara berbeda inilah yang juga menambah kesulitan bagi orang awam untuk mengetahui maqam seorang wali.
Tetapi barangkali memang harus demikian adanya, sebab wali Allah dalam tradisi sufi kerap disebut sebagai "pengantin Tuhan" dan karenanya hanya sang pasangan dan keluarga.
Tetapi bagi kalangan yang mengingkari adanya martabat kewalian ini, apa pun hujah yang disampaikan tidak akan membuat mereka percaya.
Ketidakpercayaan kaum menyangkal eksistensi wali, karamahnya, berkahnya, dan kedudukannya, bisa dipahami mengingat mereka menyandarkan pandangannya bukan pada tradisi sufi-dan memang pada dasarnya mereka sudah tidak yang percaya.
"Sesungguhnya, wali-wali Allah itu tak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak pula bersedih hati. Mereka adalah orang-orang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia juga akhirat. (QS Yunus (10): 63)
"Barangsiapa menyakiti wali-Ku, maka ia berarti menyatakan perang terhadap-Ku. (Hadis Qudsi)
Baca Juga: Apakah Wali Hanya Dikenal Oleh Para Wali? (Bagian 1)
Tetapi barangkali memang harus demikian adanya, sebab wali Allah dalam tradisi sufi kerap disebut sebagai "pengantin Tuhan" dan karenanya hanya sang pasangan dan keluarga.
Tetapi bagi kalangan yang mengingkari adanya martabat kewalian ini, apa pun hujah yang disampaikan tidak akan membuat mereka percaya.
Ketidakpercayaan kaum menyangkal eksistensi wali, karamahnya, berkahnya, dan kedudukannya, bisa dipahami mengingat mereka menyandarkan pandangannya bukan pada tradisi sufi-dan memang pada dasarnya mereka sudah tidak yang percaya.
"Sesungguhnya, wali-wali Allah itu tak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak pula bersedih hati. Mereka adalah orang-orang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia juga akhirat. (QS Yunus (10): 63)
"Barangsiapa menyakiti wali-Ku, maka ia berarti menyatakan perang terhadap-Ku. (Hadis Qudsi)
Baca Juga: Apakah Wali Hanya Dikenal Oleh Para Wali? (Bagian 1)
(rhs)
Lihat Juga :