Nasehat Abu al-Aliyah kepada Santrinya dalam Belajar Al-Quran
Sabtu, 10 Juli 2021 - 14:20 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Rufai’ bin Mihraan atau Abu al-Aliyah mencapai prestasi dalam hal ilmu melejit jauh dari seluruh teman-teman sebayanya. Salah seorang sahabatnya berkata, “Aku melihat Abu al-Aliyah berwudhu, air menetes dari wajah dan kedua tangannya, dia melakukan thaharah pada anggota badan sebagaimana mestinya. Aku mengucapkan salam kepadanya dan berkata. “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaubat dan suka thaharah.”
Baca juga: Budak Asal Persia yang Akhirnya Hafal Al-Quran dan Menjadi Ahli Hadis
Lalu dia berkata, “Wahai saudaraku, yang dimaksudkan (ayat tersebut) bukanlah orang yang melakukan thaharah dengan air yang kotor, akan tetapi mereka thaharah dengan rasa takutnya terhadap dosa.” Maka aku renungkan apa yang dia katakan, lalu aku dapatkan bahwa dialah yang benar sedangkan aku yang salah. Kemudian aku berkata, “Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan dan menambahkan ilmu dan pemahaman kepada Anda.”
Abu al-Aliyah biasa menganjurkan manusia untuk antusias dalam mencari ilmu, dan menunjukkan mereka jalan untuk dapat meraihnya. Beliau berkata, “Sibukkanlah diri kalian untuk menimba ilmu dan perbanyaklah bertanya tentangnya. Ketahuilah bahwa ilmu tidak akan hinggap bagi orang yang malu (dalam hal ilmu) dan orang yang sombong. Orang yang malu dia tidak mau bertanya karena malu, orang yang sombong tidak bertanya karena kecongkakannya.”
Beliau juga menganjurkan murid-muridnya untuk mempelajari Al-Quran, menjaganya dan berpegang teguh kepada apa yang terkandung di dalamnya serta berpaling dari segala perkara bid’ah yang diada-adakan. Beliau berkata, “Pelajarilah Alquran, jika kalian mempelajarinya maka janganlah kalian menyimpang darinya, tempuhlah jalan yang lurus, itulah Islam. Jauhilah oleh kalian hawa nafsu dan bid’ah, karena ia akan membangkitkan permusuhan dan kebencian di antara kalian. Janganlah kalian menyelisihi perkara yang telah diambil oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum mereka berpecah.”
Perkataan tersebut disampaikan kepada Hasan al-Bashri lalu beliau berkomentar, “Demi Allah Abu al-Aliyah betul-betul telah menasihati kalian dengan benar.”
Baca juga: Raja yang Mewakili Rasululullah SAW Saat Menikahi Ummu Habibah
Di samping itu beliau juga membimbing para santrinya cara untuk menghafalkan Al-Quran, beliau berkata, “Pelajarilah Al-Quran lima ayat-lima ayat, karena hal itu lebih mudah untuk kalian ingat dan lebih mungkin untuk kalian pahami. Karena Jibril menurunkan Al-Quran kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lima ayat-lima ayat.”
Abu al-Aliyah bukan hanya sekadar pengajar saja namun juga pendidik. Karena beliau mengisi otak murid-muridnya dengan ilmu yang bermanfaat, memelihara hati mereka dengan nasihat yang baik, sering mengumpulkan antara dua perkara pada nasihat-nasihatnya. Di antaranya adalah nasihat beliau kepada mereka:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan untuk diri-Nya, bahwa barangsiapa yang beriman kepada-Nya niscaya Allah akan memberikan hidayah kepadanya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun: 11)
Baca juga: Budak Asal Persia yang Akhirnya Hafal Al-Quran dan Menjadi Ahli Hadis
Lalu dia berkata, “Wahai saudaraku, yang dimaksudkan (ayat tersebut) bukanlah orang yang melakukan thaharah dengan air yang kotor, akan tetapi mereka thaharah dengan rasa takutnya terhadap dosa.” Maka aku renungkan apa yang dia katakan, lalu aku dapatkan bahwa dialah yang benar sedangkan aku yang salah. Kemudian aku berkata, “Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan dan menambahkan ilmu dan pemahaman kepada Anda.”
Abu al-Aliyah biasa menganjurkan manusia untuk antusias dalam mencari ilmu, dan menunjukkan mereka jalan untuk dapat meraihnya. Beliau berkata, “Sibukkanlah diri kalian untuk menimba ilmu dan perbanyaklah bertanya tentangnya. Ketahuilah bahwa ilmu tidak akan hinggap bagi orang yang malu (dalam hal ilmu) dan orang yang sombong. Orang yang malu dia tidak mau bertanya karena malu, orang yang sombong tidak bertanya karena kecongkakannya.”
Beliau juga menganjurkan murid-muridnya untuk mempelajari Al-Quran, menjaganya dan berpegang teguh kepada apa yang terkandung di dalamnya serta berpaling dari segala perkara bid’ah yang diada-adakan. Beliau berkata, “Pelajarilah Alquran, jika kalian mempelajarinya maka janganlah kalian menyimpang darinya, tempuhlah jalan yang lurus, itulah Islam. Jauhilah oleh kalian hawa nafsu dan bid’ah, karena ia akan membangkitkan permusuhan dan kebencian di antara kalian. Janganlah kalian menyelisihi perkara yang telah diambil oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum mereka berpecah.”
Perkataan tersebut disampaikan kepada Hasan al-Bashri lalu beliau berkomentar, “Demi Allah Abu al-Aliyah betul-betul telah menasihati kalian dengan benar.”
Baca juga: Raja yang Mewakili Rasululullah SAW Saat Menikahi Ummu Habibah
Di samping itu beliau juga membimbing para santrinya cara untuk menghafalkan Al-Quran, beliau berkata, “Pelajarilah Al-Quran lima ayat-lima ayat, karena hal itu lebih mudah untuk kalian ingat dan lebih mungkin untuk kalian pahami. Karena Jibril menurunkan Al-Quran kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lima ayat-lima ayat.”
Abu al-Aliyah bukan hanya sekadar pengajar saja namun juga pendidik. Karena beliau mengisi otak murid-muridnya dengan ilmu yang bermanfaat, memelihara hati mereka dengan nasihat yang baik, sering mengumpulkan antara dua perkara pada nasihat-nasihatnya. Di antaranya adalah nasihat beliau kepada mereka:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan untuk diri-Nya, bahwa barangsiapa yang beriman kepada-Nya niscaya Allah akan memberikan hidayah kepadanya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun: 11)
Lihat Juga :