Allah Ta'ala Mencintai Muslim yang Saling Menasehati
Minggu, 11 Juli 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya."
(HR. Muslim, dari Uqbah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu)
Baca juga: Amalan Agar Hati Tenang dan Rezeki Lancar
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata: "Tidak ada kebaikan pada kaum yang tidak saling menasehati, dan tidak ada kebaikan pula pada kaum yang tidak mencintai nasehat." (Al-Istiqomah)
Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata: "Bila salah seorang temanmu berubah dan berbuat dosa, maka janganlah meninggalkannya dan membuangnya, tapi nasehatilah dengan nasehat yang terbaik, dan bersabarlah karena saudaramu itu terkadang bengkok dan terkadang lurus." (Hilyatul Auliya)
Imam Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya." (Jami'ul Ulum wal Hikam)
Baca juga: Pandemi Akan Berakhir, Menko PMK: Tak Ada Istilah Wabah Sampai Kiamat
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: "Apabila engkau memiliki teman yang membantu dirimu dalam ketaatan, maka perkuatlah pertemananmu dengannya. Karena mencari teman (yang baik) itu sulit, dan berpisah dengannya itu mudah." (Hilyatul Auliya')
Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata: "Sebaik-baik saudara (seiman) adalah mereka yang paling banyak memberi nasehat."
(Raudhatul 'Uqalaa)
Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: "Tidaklah semua teman itu adalah pemberi nasehat, tetapi semua pemberi nasehat itu adalah teman."(Al-Akhlak was Siyar).
Baca juga: Puluhan Wanita India Dijual di Aplikasi Online Hanya karena Mereka Muslim
Namun, dalam menyampaikan nasehat hendaknya menggunakan kata-kata yang baik, yaitu kata-kata yang penuh kelembutan dan hikmah. Perhatikan bagaimana Allah Ta’ala perintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihissalam ketika akan memberi nasehat kepada Fir’aun, Allah berfirman:
(HR. Muslim, dari Uqbah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu)
Baca juga: Amalan Agar Hati Tenang dan Rezeki Lancar
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata: "Tidak ada kebaikan pada kaum yang tidak saling menasehati, dan tidak ada kebaikan pula pada kaum yang tidak mencintai nasehat." (Al-Istiqomah)
Abu Darda radhiyallahu 'anhu berkata: "Bila salah seorang temanmu berubah dan berbuat dosa, maka janganlah meninggalkannya dan membuangnya, tapi nasehatilah dengan nasehat yang terbaik, dan bersabarlah karena saudaramu itu terkadang bengkok dan terkadang lurus." (Hilyatul Auliya)
Imam Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata: "Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya." (Jami'ul Ulum wal Hikam)
Baca juga: Pandemi Akan Berakhir, Menko PMK: Tak Ada Istilah Wabah Sampai Kiamat
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: "Apabila engkau memiliki teman yang membantu dirimu dalam ketaatan, maka perkuatlah pertemananmu dengannya. Karena mencari teman (yang baik) itu sulit, dan berpisah dengannya itu mudah." (Hilyatul Auliya')
Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata: "Sebaik-baik saudara (seiman) adalah mereka yang paling banyak memberi nasehat."
(Raudhatul 'Uqalaa)
Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: "Tidaklah semua teman itu adalah pemberi nasehat, tetapi semua pemberi nasehat itu adalah teman."(Al-Akhlak was Siyar).
Baca juga: Puluhan Wanita India Dijual di Aplikasi Online Hanya karena Mereka Muslim
Namun, dalam menyampaikan nasehat hendaknya menggunakan kata-kata yang baik, yaitu kata-kata yang penuh kelembutan dan hikmah. Perhatikan bagaimana Allah Ta’ala perintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihissalam ketika akan memberi nasehat kepada Fir’aun, Allah berfirman:
Lihat Juga :