Pimpinan Tarjih Muhammadiyah Komentari Sholat Id di Rumah dan Kiamat Sudah Dekat

Selasa, 13 Juli 2021 - 17:20 WIB
loading...
Pimpinan Tarjih Muhammadiyah...
Ilustrasi/Ist
A A A
Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas mengomentari pernyataan warganet di media sosial yang mempertanyakan pemindahan salat Idul Adha dari masjid ke rumah sebagai tanda-tanda kiamat kian dekat.

Baca juga: Pandemi Akan Berakhir, Menko PMK: Tak Ada Istilah Wabah Sampai Kiamat

Hamim dalam acara Pengajian Umum PP Muhammadiyah pekan lalu mengingatkan bahwa prosesi lebaran Idul Adha tidak boleh hanya dipandang sebagai dimensi ritual tahunan semata. Sayangnya, publik seringkali hanya menekankan aspek ritual dalam beragama, sehingga kalau ritual tidak seperti biasanya, mereka gusar seakan datang tanda-tanda akhir zaman.

Lalu ia menyebut ada satu grup di Whatsapp warga Muhammadiyah karena salat Idul Adha di rumah, maka dia mengeluhkan di media sosial: akhir zaman, salat Idul Adha di rumah, siapa khatibnya. "Jadi, salat Idul Adha di rumah saja dipandang sebagai akhir zaman,” tutur Hamim.

Karena itulah menurut Hamim, salat Idul Adha dan kurban memiliki dimensi-dimensi dan makna yang fungsional untuk mewujudkan tujuan pewahyuan risalah Islam. Salat Idul Adha hukumnya sunah muakkadah atau sunah yang sering dilakukan oleh Nabi SAW. Sebagai ibadah mahdlah-badaniyah, salat Idul Adha tentu tidak dapat diganti dengan ibadah lain atau dikerjakan orang lain (tidak bisa diwakilkan).

Sementara terkait dengan tempat pelaksanaan, salat Idul Adha idealnya dilaksanakan di tanah lapang. Apabila cuaca hujan maka dapat dilaksanakan di dalam masjid.

Baca juga: Tanda Dekatnya Kiamat Hilangnya Ilmu dan Tersebarnya Kebodohan

Tidak hanya itu, Hamim turut menerangkan bahwa pada zaman Nabi, ketika sahabat Nabi Anas bin Malik tidak dapat salat Id di tempat yang semestinya, beliau memerintahkan keluarganya untuk ikut salat Id bersamanya di rumah.

Keterangan ini menurut Hamim—mengutip Ibn Rajab dalam kitab Fath al-Bari— diperkuat sejumlah ulama terkemuka seperti Hasan Al-Basri, Ibn Sirin, Abu Hanifah, Malik bin Anas, Idris al-Syafii, Ahmad bin Hanbal, dan lain-lain.

“Jadi menurut Ibn Rajab, empat Imam Mazhab itu membolehkan baik salat Idul Fitri maupun salat Iduladha di rumah. Pada masa pandemi Covid-19, salat Id ditiadakan itu tidak masalah atau dilaksanakan di rumah muslim masing-masing,” terang Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini.

Karenanya, Hamim menegaskan bahwa salat Id di rumah bukan fenomena baru ataupun tanda-tanda akhir zaman. Pengalihan salat Id ke rumah sejatinya salah satu terapi ampuh untuk menata benang kusut persoalan hidup karena datangnya wabah Covid-19 ini. Bukan hanya dalam rangka menyelamatkan nyawa tapi juga untuk menyembuhkan semua sektor-sektor kehidupan.

Hamim kemudian menjelaskan teknis prosesi salat Iduladha di rumah bersama keluarga. Menurutnya, salat Id di rumah dapat mengandalkan salah satu anggota keluarga untuk khutbah dan memimpin salat. Tidak perlu khutbah yang panjang atau menggebu-gebu, menurut Hamim, cukup dengan membaca QS. Al Fatihah dan terjemahannya, khutbah dapat diakhiri.

“Tidak perlu mendatangkan khatib dari luar!” urai Hamim.

Baca juga: Cara dan Kiat Mendapat Syafa’at di Hari Kiamat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Aksi Sosial Iduladha,...
Aksi Sosial Iduladha, PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban
Ngeri! Inilah Tanda-tanda...
Ngeri! Inilah Tanda-tanda Wanita Akhir Zaman yang Sudah Menjadi Kenyataan.
Inilah Benteng Terakhir...
Inilah Benteng Terakhir Pertahanan Umat Islam Jika Perang Akhir Zaman Terjadi
Huru-hara di Ambang...
Huru-hara di Ambang Kiamat : Nubuat Nabi SAW Mulai Terbukti?
Konflik Global & Nubuwat:...
Konflik Global & Nubuwat: Benarkah Perang AS-Israel vs Iran Adalah Al-Malhamah Al-Kubra?
Palestina Menang, Akankah...
Palestina Menang, Akankah Kiamat Segera Terjadi?
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Kebocoran...
Ilmuwan Temukan Kebocoran Aneh di Dasar Laut Pemicu Gempa Besar
Ibn al-Haitham: Ilmuwan...
Ibn al-Haitham: Ilmuwan Gila Penemu Kamera, Jungkir Balikkan Teori Pemikir Yunani
Bisa Telan Bumi, Badai...
Bisa Telan Bumi, Badai Dahsyat Jadi Momok Menakutkan dari Balik Jupiter
Artikel Terkini
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved