Agar Doa Segera Terkabul, Ini Tipsnya!
Kamis, 15 Juli 2021 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
Jangan pesimis terhadap apa yang engkau minta kepada-Nya, karena segala sesuatu itu ada masanya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
“Doa salah seorang dari kalian akan diijabahi selama tanpa disertai dengan ketergesaan, seperti perkataan, ‘Aku telah berdoa tapi ternyata belum kunjung diijabahi juga.’” (HR. Al-Bukhari)
Baca juga: Saudi Gelar Simposium Upaya Pastikan Keselamatan Jamaah Haji Saat Pandemi
6. Doakan orang-orang beriman yang lain dalam doamu.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ
“Dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)
7. Memulai doa dengan mentauhidkan Allah Ta'ala
Sebagaimana yang dilakukan oleh Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Ilah selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.’” (QS. Al-Anbiya’: 87)
Dzun Nun (Nabi Yunus mengawali doa dengan tauhid, lalu mengakui kekurangan dan kezaliman diri dengan bertasbih kepada-Nya dengan penuh kesadaran dan keyakinan. Kemudian Allah subhanahu wata’ala menjawab doanya,
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
“Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiyā`: 88)
Baca juga: Polisi Tambah Titik Penyekatan di Jakarta, Bagaimana Nasib Ojol?
8. Senyembunyikan doa hingga tidak didengar orang lain.
Allah Ta'ala berfirman,
اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً
“Berdoalah kepada Rabbmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’rāf: 55)
9. Ketika berdoa dianjurkan menggunakan kalimat ini: Allahumma inni as-aluka bi asma-ika al-husna, kemudian menyebutkan permintaannya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ
“Katakanlah (Muhammad), ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma‘ul husna).’” (QS. Al-Isra’: 110)
سْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
“Doa salah seorang dari kalian akan diijabahi selama tanpa disertai dengan ketergesaan, seperti perkataan, ‘Aku telah berdoa tapi ternyata belum kunjung diijabahi juga.’” (HR. Al-Bukhari)
Baca juga: Saudi Gelar Simposium Upaya Pastikan Keselamatan Jamaah Haji Saat Pandemi
6. Doakan orang-orang beriman yang lain dalam doamu.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ
“Dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)
7. Memulai doa dengan mentauhidkan Allah Ta'ala
Sebagaimana yang dilakukan oleh Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa. Allah subhanahu wata’ala berfirman,
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Ilah selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.’” (QS. Al-Anbiya’: 87)
Dzun Nun (Nabi Yunus mengawali doa dengan tauhid, lalu mengakui kekurangan dan kezaliman diri dengan bertasbih kepada-Nya dengan penuh kesadaran dan keyakinan. Kemudian Allah subhanahu wata’ala menjawab doanya,
فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
“Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Anbiyā`: 88)
Baca juga: Polisi Tambah Titik Penyekatan di Jakarta, Bagaimana Nasib Ojol?
8. Senyembunyikan doa hingga tidak didengar orang lain.
Allah Ta'ala berfirman,
اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً
“Berdoalah kepada Rabbmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’rāf: 55)
9. Ketika berdoa dianjurkan menggunakan kalimat ini: Allahumma inni as-aluka bi asma-ika al-husna, kemudian menyebutkan permintaannya.
Allah subhanahu wata’ala berfirman,
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ
“Katakanlah (Muhammad), ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma‘ul husna).’” (QS. Al-Isra’: 110)
Lihat Juga :