Benarkah Jabang Bayi yang Keguguran Memberi Pahala Buat Ibunya?
Senin, 19 Juli 2021 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sulit Fokus Saat WFH, Lakukan 4 Hal Ini
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud nuthfah (mani), kemudian menjadi ‘alaqah (gumpalan darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudghah (gumpalan daging) selama itu juga. Kemudian diutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh kepadanya, dan dia (malaikat tadi) diperintah untuk menulis 4 perkara: tentang rezekinya, amalannya, ajalnya dan (apakah) dia termasuk orang yang sengsara atau bahagia” (Muttafaqun ‘alaih).
Oleh karena itu, janin yang masih berumur sebulan, belumlah memiliki ruh, sehingga tidak mengalami kematian, dan nantinya tidak pula dibangkitkan. Dan tidak masuk dalam hadis yang kita sebutkan tadi.
Baca juga: 22 Ilmuwan Beri Penjelasan Paling Masuk Akal COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Syaikh bin Baz rahimahullah berkata,
قبل أربعة أشهر لا يسمى ولداً، إنما يسمى ولداً بعد الأربعة بعد نفخ الروح فيه، يغسل ويصلى عليه ويعتبر طفلاً ترجى شفاعته لوالديه، أما قبل ذلك فليس بإنسان وليس بميت ولا يعتبر طفلاً ولا يغسل ولا يصلى عليه ولو كان لحمة فيها تخطيط
“Janin yang berumur kurang dari 4 bulan tidak disebut sebagai manusia, janin sudah bisa dikatakan sebagai manusia ketika sudah berumur 4 bulan setelah ditiupkan ruh kepadanya, janin inilah apabila meninggal maka ia dimandikan dan disholatkan, dan diharapkan memberi syafaat untuk kedua orang tuanya. Adapun jika ia keguguran sebelum itu, maka janin tersebut bukanlah manusia dan tidak pula dikatakan mati, sehingga tidak dimandikan dan disholatkan, walaupun janin tersebut sudah berbentuk.”
Baca juga: Bolehkah Mengqadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Arafah?
Namun, kejadian ini tetaplah sebuah ujian dari Allah Ta'ala, apabila orang tua bersabar, kita berharap Allah memberikan balasan yang bisa menghalangi dari siksaan api neraka. Karena rahmat Allah Ta'ala sangat luas.
Wallahu a’lam
“Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud nuthfah (mani), kemudian menjadi ‘alaqah (gumpalan darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudghah (gumpalan daging) selama itu juga. Kemudian diutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh kepadanya, dan dia (malaikat tadi) diperintah untuk menulis 4 perkara: tentang rezekinya, amalannya, ajalnya dan (apakah) dia termasuk orang yang sengsara atau bahagia” (Muttafaqun ‘alaih).
Oleh karena itu, janin yang masih berumur sebulan, belumlah memiliki ruh, sehingga tidak mengalami kematian, dan nantinya tidak pula dibangkitkan. Dan tidak masuk dalam hadis yang kita sebutkan tadi.
Baca juga: 22 Ilmuwan Beri Penjelasan Paling Masuk Akal COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Syaikh bin Baz rahimahullah berkata,
قبل أربعة أشهر لا يسمى ولداً، إنما يسمى ولداً بعد الأربعة بعد نفخ الروح فيه، يغسل ويصلى عليه ويعتبر طفلاً ترجى شفاعته لوالديه، أما قبل ذلك فليس بإنسان وليس بميت ولا يعتبر طفلاً ولا يغسل ولا يصلى عليه ولو كان لحمة فيها تخطيط
“Janin yang berumur kurang dari 4 bulan tidak disebut sebagai manusia, janin sudah bisa dikatakan sebagai manusia ketika sudah berumur 4 bulan setelah ditiupkan ruh kepadanya, janin inilah apabila meninggal maka ia dimandikan dan disholatkan, dan diharapkan memberi syafaat untuk kedua orang tuanya. Adapun jika ia keguguran sebelum itu, maka janin tersebut bukanlah manusia dan tidak pula dikatakan mati, sehingga tidak dimandikan dan disholatkan, walaupun janin tersebut sudah berbentuk.”
Baca juga: Bolehkah Mengqadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Arafah?
Namun, kejadian ini tetaplah sebuah ujian dari Allah Ta'ala, apabila orang tua bersabar, kita berharap Allah memberikan balasan yang bisa menghalangi dari siksaan api neraka. Karena rahmat Allah Ta'ala sangat luas.
Wallahu a’lam
(wid)
Lihat Juga :