Hari Raya Kurban dan Ketaatan kepada Ulil Amri
Sabtu, 24 Juli 2021 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, bagi cendikiawan-cendiakawan Muslim di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di bawah Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Agama menginstruksikan, agar para akademisi kampus PTKIN ikut serta berperan aktif dalam melaksanakan dan mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama terkait Perayaan Hari Raya Idul Adha.
Melihat begitu rincinya isi dan langkah yang harus dilakukan oleh Menteri Agama dan Jajarannya di Kementerian Agama dalam Surat Edaran tersebut, maka penulis berasumsi bahwa pemerintah sudah melakukan upaya yang sangat luar biasa dalam mengatasai pandemi, dan juga benar-benar menghendaki agar rakyatnya selamat dari terpapar Varian Delta Virus Corona.
Selanjutnya, agar upaya pemerintah mengatasi varian delta Virus Corona, yang dibutuhkan adalah ketaatan dari masyarakat muslim untuk mematuhi dan menjalankan Surat Edaran Menteri Agama tersebut dalam rangkaian ibadah di Hari Raya ‘Idul Adha. Hal yang perlu juga digarisbawahi adalah pesan dari Menteri Agama yang mengutip ayat tentang perintah Allah untuk umat Islam agar taat kepada Allah, Rasulullah SAW, dan Ulil Amri.
Realisasi Ketaatan kepada Allah tentu wujudnya adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang-Nya, baik dalam konteks aqidah, ibadah, maupun muamalah. Sedangkan realisasi ketaatan kepada Rasulullah SAW adalah dengan menjalankan sunnah-sunnahnnya dan mengikuti akhlaknya yang sempurna dengan upaya semaksimal mungkin.
Adapun realisasi dari ketaatan kepada ulil amri adalah mematuhi segala perintah ulil amri, selama didalam perintah tersebut terdapat kemaslahatan, dan dapat mencegah terjadinya kemafsadatan. Karena itu dapat diasumsikan bahwa ketaatan dalam ajaran Islam itu erat kaitannya dengan upaya mewujudkan kemaslahatan, baik itu yang sifatnya kemaslahatan individual, maupun kemaslahatan komunal bagi umat Islam itu sendiri maupun umat lain yang hidup berdampngan dengan umat Islam.
Melihat kepada kondisi kuantitafi dari umat Islam, maka, umat Islam, memegang kunci dan peranan yang sangat penting dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona. Apalagi dengan fakta bahwa umat Islam memiliki jumlah yang besar di Indonesia. Sehingga, bila umat Islam yang banyak dan mayoritas ini ikut serta, berperan aktif dan masif, dalam membantu upaya pemerintah manggulangi dan mengakhiri Pandemi Covid-19 ini, maka insyaallah pandemi ini akan segera bisa berakhir.
Sebaliknya, bila umat Islam enggan dan tidak mau mengikuti instruksi serta arahan dari Ulil Amri terkait penanggulangan Pandemi Covid-19, maka dapat dipastikan bahwa virus ini akan semakin sulit ditanggulangi. Bagi umat Islam, keengganan dan ketidak patuhan kepada ulil amri tersebut dapat saja memilki dampak duniawi dan ukhrawi. Dampak duniawinya bagi umat Islam, adalah kesulitan-kesulitan dalam beribadah dan bermu’amlah, sedangkan dampak ukhrawinya, mungkin saja umat Islam akan dipandang berdosa di sisi Allah SWT.
Dikatakan kemungkinan mendapat dosa dalam pandangan Allah dikarenakan oleh dua hal, yang pertama karena ketidaktaatan umat Islam kepada ulil amri-nya, dan yang kedua, karena turut serta menjadi bagian dari penyebaran Virus Corona dan menyebabkan kemafsadatan bagi manusia.
Semoga dengan perayaan Idul Kurban Tahun 1442 H, akan menjadi wasilah bagi umat Islam di Indonesia, untuk menyatukan diri di bawah ketaatan kepada Allah, ketaatan kepada Rasulullah dan ketaatan kepada Ulil Amri. Sehingga, pandemi yang masih melanda saat ini akan dapat segera dimusnahkan dan diakhiri dengan izin Allah 'Azza wa Jalla.
Wallahu A'lam Bish Shawaab
Baca Juga: Bukan Besar Kecilnya Kurban, yang Diterima Allah Ta'ala Adalah Ketulusan
Melihat begitu rincinya isi dan langkah yang harus dilakukan oleh Menteri Agama dan Jajarannya di Kementerian Agama dalam Surat Edaran tersebut, maka penulis berasumsi bahwa pemerintah sudah melakukan upaya yang sangat luar biasa dalam mengatasai pandemi, dan juga benar-benar menghendaki agar rakyatnya selamat dari terpapar Varian Delta Virus Corona.
Selanjutnya, agar upaya pemerintah mengatasi varian delta Virus Corona, yang dibutuhkan adalah ketaatan dari masyarakat muslim untuk mematuhi dan menjalankan Surat Edaran Menteri Agama tersebut dalam rangkaian ibadah di Hari Raya ‘Idul Adha. Hal yang perlu juga digarisbawahi adalah pesan dari Menteri Agama yang mengutip ayat tentang perintah Allah untuk umat Islam agar taat kepada Allah, Rasulullah SAW, dan Ulil Amri.
Realisasi Ketaatan kepada Allah tentu wujudnya adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang-Nya, baik dalam konteks aqidah, ibadah, maupun muamalah. Sedangkan realisasi ketaatan kepada Rasulullah SAW adalah dengan menjalankan sunnah-sunnahnnya dan mengikuti akhlaknya yang sempurna dengan upaya semaksimal mungkin.
Adapun realisasi dari ketaatan kepada ulil amri adalah mematuhi segala perintah ulil amri, selama didalam perintah tersebut terdapat kemaslahatan, dan dapat mencegah terjadinya kemafsadatan. Karena itu dapat diasumsikan bahwa ketaatan dalam ajaran Islam itu erat kaitannya dengan upaya mewujudkan kemaslahatan, baik itu yang sifatnya kemaslahatan individual, maupun kemaslahatan komunal bagi umat Islam itu sendiri maupun umat lain yang hidup berdampngan dengan umat Islam.
Melihat kepada kondisi kuantitafi dari umat Islam, maka, umat Islam, memegang kunci dan peranan yang sangat penting dalam memutus rantai penyebaran Virus Corona. Apalagi dengan fakta bahwa umat Islam memiliki jumlah yang besar di Indonesia. Sehingga, bila umat Islam yang banyak dan mayoritas ini ikut serta, berperan aktif dan masif, dalam membantu upaya pemerintah manggulangi dan mengakhiri Pandemi Covid-19 ini, maka insyaallah pandemi ini akan segera bisa berakhir.
Sebaliknya, bila umat Islam enggan dan tidak mau mengikuti instruksi serta arahan dari Ulil Amri terkait penanggulangan Pandemi Covid-19, maka dapat dipastikan bahwa virus ini akan semakin sulit ditanggulangi. Bagi umat Islam, keengganan dan ketidak patuhan kepada ulil amri tersebut dapat saja memilki dampak duniawi dan ukhrawi. Dampak duniawinya bagi umat Islam, adalah kesulitan-kesulitan dalam beribadah dan bermu’amlah, sedangkan dampak ukhrawinya, mungkin saja umat Islam akan dipandang berdosa di sisi Allah SWT.
Dikatakan kemungkinan mendapat dosa dalam pandangan Allah dikarenakan oleh dua hal, yang pertama karena ketidaktaatan umat Islam kepada ulil amri-nya, dan yang kedua, karena turut serta menjadi bagian dari penyebaran Virus Corona dan menyebabkan kemafsadatan bagi manusia.
Semoga dengan perayaan Idul Kurban Tahun 1442 H, akan menjadi wasilah bagi umat Islam di Indonesia, untuk menyatukan diri di bawah ketaatan kepada Allah, ketaatan kepada Rasulullah dan ketaatan kepada Ulil Amri. Sehingga, pandemi yang masih melanda saat ini akan dapat segera dimusnahkan dan diakhiri dengan izin Allah 'Azza wa Jalla.
Wallahu A'lam Bish Shawaab
Baca Juga: Bukan Besar Kecilnya Kurban, yang Diterima Allah Ta'ala Adalah Ketulusan
(rhs)
Lihat Juga :