Meneladani Ibrahim (2): Bantuan Malaikat Ditolak karena Kuatnya Tawakkal Beliau

Senin, 26 Juli 2021 - 11:10 WIB
loading...
Meneladani Ibrahim (2):...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center asal Indonesia. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Kita masih di seputar pengadilan Nabi Ibrahim 'alaihissalam oleh Raja Namrud. Pada bagian lalu disebutkan bahwa kelihaian Ibrahim dalam berargumentasi, tentu karena intelijensia dan skill komunikasi yang dimilikinya, menjadikan sang raja mengakui kesalahan.

Hanya saja pengakuan itu terselubung oleh keangkuhan kekuasaan. Sehingga pengakuan itu hanya pada kata hati yang memang tak akan pernah bisa diingkari oleh siapapun.

Baca Juga: Sejarah Kurban dan Kekayaan Nabi Ibrahim yang Mencapai 12.000 Ekor Ternak

Di situlah seperti pada lazimnya di berbagai tempat dan zaman. Ketika kekuasaan tersudutkan dalam intellectual exchange (perdebatan secara akal atau ilmu) maka yang akan dikedepankan adalah kekuatan atau kekerasan. Karenanya dengan amarah raja (zalim) itu berteriak: "Bakar dia (Ibrahim) dan tolonglah tuhan kalian." (Al-Anbiya: 68)

Pengikut setia raja itu mengumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya. Dan api yang sangat besar (dahsyat) pun disiapkan. Konon kabarnya, saking besar ya dan panasnya api itu, tak seorangpun yang bisa mendekatinya. Maka untuk memasukkan Ibrahim ke onggokan api itu mereka harus menembakkannya melalui sebuah katapel.

Di sinilah kemudian sekali lagi Allah menguji ketahanan iman seorang hambaNya. Di saat-saat akan ditembakkan ke dalam api itu, Malaikat-malaikat dari langit berbaris menawarkan bantuannya. Tapi Ibrahim menolak tawaran mereka. Justru di saat-saat kritis itu Ibrahim sepenuhnya hanya berserah diri (tawakkal) kepada Yang Maha menguasai langit dan bumi.

Kekuatan iman itu bersambut. Allah tiba-tiba memerintahkan api itu untuk berubah dari panas yang membakar menjadi dingin dan nyaman "spesial" bagi Nabi Ibrahim. Api berubah tabiat dari panas dan membakar menjadi dingin dan menyenangkan bagi Ibrahim.

Penggalan kisah ini mengajarkan banyak hal. Tapi tiga hal yang terpenting.

Pertama, betapa kekuasaan yang tidak adil itu sangat rapuh dan kerap kali terbangun di atas irrasionalitas. Dan kekuasaan yang rapuh itu jika tersudutkan akan berubah menjadi ganas, bahkan kekerasan. Tabiat kekuasaan seperti ini selalu berulang dari masa ke masa dalam sejarah manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam Perjalanan Isra...
Dalam Perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Salat Para Nabi
Inilah Para Nabi dan...
Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Kelahiran dan Misi Nabi...
Kelahiran dan Misi Nabi Isa AS sebagai Rasul Allah SWT, Simak di Sini!
Hari Raya Iduladha :...
Hari Raya Iduladha : Tapak Tilas Bersejarah Nabi Ibrahim AS
Rekomendasi
Ini Penyebab Lautan...
Ini Penyebab Lautan Pertama di Bumi Tidak Berwarna Biru
4 Fosil Paling Lengkap...
4 Fosil Paling Lengkap yang Pernah Ditemukan Di Dunia
Gunung Berapi Alaska...
Gunung Berapi Alaska Bergemuruh Berulang-ulang usai Tertidur 1 Abad
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved