Meneladani Ibrahim (4): Kekuatan Doa Jadikan Makkah Kota yang Berkah
Kamis, 05 Agustus 2021 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Hanya dengan perekonomian yang kuat, komunitas Muslim akan kuat. Kuat secara politik, militer, bahkan menguasai media dan dunia. Salah satu hal yang kita bisa pelajari dari Komunitas Yahudi dunia.
Ketiga, dari semua doa itu, doa terpenting yang Ibrahim panjatkan adalah doa agar kelak Allah mengutus seorang Rasul kepada bangsa ini. Doa ini memiliki makna-makna yang luar biasa untuk menjadi pelajaran bagi umat ini.
1. Sekali kali doa ini memaknai wawasan Ibrahim yang besar dan jauh ke depan. Cara pandang tentang kehidupan dan perjuangan yang harusnya dimiliki oleh kita semua. Bahwa hidup ini bukan hari ini dan untuk kita semata. Tapi untuk masa depan yang jauh dan generasi kita, bahkan peradaban dunia itu sendiri.
2. Ibrahim sadar bahwa kemakmuran dunia (tsamarat) seperti yang dipinta sebelumnya tidak akan maksimal bagi kehidupan tanpa "petunjuk" (hidayah) bagi manusia. Dan karenanya hadirnya seorang Rasul menjadi jalan petunjuk bagi manusia. Dengan doa ini Ibrahim ingin menyatakan bahwa Dunia tanpa agama itu tak bermakna.
Doa Ibrahim inilah yang kemudian terbukti berabad-berabad kemudian dengan diutusnya Rasulullah, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Seorang Rasul yang ternyata menjadi "Sayyidul Mursaliin" (penghulu para Rasul dan Nabi). Sekaligus "khatamun Nabiyyin" (penutup semua Nabi).
Dengan semua doa-doa di atas sekaligus mengajarkan bahwa Ibrahim memang bukan sekadar Nabi yang telah hadir menyampaikan wahyu semata. Tapi sekaligus hadir untuk mewujudkan "komunitas" atau umat yang besar.
Dan karenanya wajar jika Ibrahim pada dirinya, pada pikiran dan misinya adalah ummah (komunitas/bangsa).
(Bersambung)!
Baca Juga: Meneladani Ibrahim (3): Makkah Jadi Kota yang Dicintai Berkat Doa Beliau
Ketiga, dari semua doa itu, doa terpenting yang Ibrahim panjatkan adalah doa agar kelak Allah mengutus seorang Rasul kepada bangsa ini. Doa ini memiliki makna-makna yang luar biasa untuk menjadi pelajaran bagi umat ini.
1. Sekali kali doa ini memaknai wawasan Ibrahim yang besar dan jauh ke depan. Cara pandang tentang kehidupan dan perjuangan yang harusnya dimiliki oleh kita semua. Bahwa hidup ini bukan hari ini dan untuk kita semata. Tapi untuk masa depan yang jauh dan generasi kita, bahkan peradaban dunia itu sendiri.
2. Ibrahim sadar bahwa kemakmuran dunia (tsamarat) seperti yang dipinta sebelumnya tidak akan maksimal bagi kehidupan tanpa "petunjuk" (hidayah) bagi manusia. Dan karenanya hadirnya seorang Rasul menjadi jalan petunjuk bagi manusia. Dengan doa ini Ibrahim ingin menyatakan bahwa Dunia tanpa agama itu tak bermakna.
Doa Ibrahim inilah yang kemudian terbukti berabad-berabad kemudian dengan diutusnya Rasulullah, Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Seorang Rasul yang ternyata menjadi "Sayyidul Mursaliin" (penghulu para Rasul dan Nabi). Sekaligus "khatamun Nabiyyin" (penutup semua Nabi).
Dengan semua doa-doa di atas sekaligus mengajarkan bahwa Ibrahim memang bukan sekadar Nabi yang telah hadir menyampaikan wahyu semata. Tapi sekaligus hadir untuk mewujudkan "komunitas" atau umat yang besar.
Dan karenanya wajar jika Ibrahim pada dirinya, pada pikiran dan misinya adalah ummah (komunitas/bangsa).
(Bersambung)!
Baca Juga: Meneladani Ibrahim (3): Makkah Jadi Kota yang Dicintai Berkat Doa Beliau
(rhs)
Lihat Juga :