Imam Syafii: Ilmu itu Bagaikan Binatang Buruan, Menulis Adalah Ikatannya

Senin, 09 Agustus 2021 - 14:41 WIB
loading...
Imam Syafii: Ilmu itu...
Imam Syafii amat senang dengan syair dan ilmu bahasa, terlebih lagi ketika ia mengambilnya dari suku Hudzail./Ilustrasi: Ist
A A A
Imam Syafii dalam syairnya tentang menulis mengatakan ilmu itu bagaikan binatang buruan, menulis itu adalah ikatannya. "Termasuk sebuah kebodohan adalah memburu sebuah buruan kamu tidak ikat, akhirnya buruan itu lepas lagi,” ujar Ustaz Dr Muhammad Ardiansyah saat menyampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-Syair Imam Syafi’i di Masjid Ulil Albab UNM, Makassar, Sulawesi Selatan, suatu ketika.

Baca juga: Imam Syafii Minum Air Zamzam dan Ini yang Terjadi

Sejarah telah mencatat bahwa para ulama dahulu disuguhi oleh karya-karya yang gemilang. Bahkan mereka disebut sebagai ulama ensiklopedia.

Tradisi ilmu itu telah tercatat dalam sejarah sebagaimana Imam Al-Haramain guru Imam Al-Ghazali yang menulis kitab sebanyak 35 jilid dan juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang menulis Majmu’ Fatawa sebanyak 35 jilid. "Jadi, ulama dulu adalah ulama ensiklopedia,” tandasnya.

Imam Syafi’i dikenal sebagai seorang ulama ushul fiqh dan muhaddits (pakar hadits). Sebagai pakar ushul fiqh, ia menjadi orang pertama yang merumuskan kitab ushul fiqh yang kemudian dinamakan ar-Risalah. Sebagai pakar hadits, ia telah men-syarah banyak hadits dan membukukannya dalam suatu karya berjudul Musnad Imam Syafi’i. Begitu juga dengan syair-syair pendidikan Imam Syafi’i. Termasuk adab dalam menuntut ilmu.

Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Tidak Qunut, Berikut Kisahnya

“Kita bisa melihat bagaimana kisah Imam Syafi’i belajar sama Imam Malik. Hingga Imam Syafi’i diminta Imam Malik untuk membacakan muwatha-nya yang sampai ribuan hadits,” ujar Ustaz Dr Muhammad Ardiansyah suatu ketika.

Begitu juga dengan adab menuntut ilmu adalah meninggalkan dosa. Jika kita ingin mendapatkan ilmu yang besar adalah menjauhi maksiat dan dosa. Ilmu itu tempatnya di hati dan Allah tidak akan berikan cahayanya kepada yang kotor.

“Syair-syair Imam Syafi’i tentang adab dalam pendidikan. Misalnya adab dalam menuntut ilmu adalah dengan meninggalkan dosa. Aku pernah mengadu kepada Imam Waqi di Baghdad, susah menghafal. Lalu Imam Waqi menasihati aku untuk meninggalkan dosa, dan Imam Waqi mengatakan ilmu Allah itu adalah cahaya dan cahayanya Allah tidak diberikan kepada orang yang berdosa,” imbuhnya.

Baca juga: Nasihat Imam Syafii Ketika Melihat Aib Orang Lain

Imam asy-Syafi’i amat senang dengan syair dan ilmu bahasa, terlebih lagi ketika ia mengambilnya dari suku Hudzail yang dikenal sebagai suku Arab paling fasih. Banyak bait-bait syair yang dihafalnya dari orang-orang Hudzail selama interaksinya bersama mereka. Di samping syair, beliau juga menggemari sejarah dan peperangan bangsa Arab serta sastra.

Kapasitas keilmuannya dalam bahasa Arab tidak dapat diragukan lagi, bahkan seorang imam bahasa Arab, al-Ashmu’i mengakui kapasitasnya dan mentashhih sya’ir-sya’ir Hudzail kepadanya.

Di samping itu, imam asy-Syafi’i juga seorang yang bacaan al-Qur’annya amat merdu sehingga membuat orang yang mendengarnya menangis bahkan pingsan. Hal ini diceritakan oleh Ibn Nashr yang berkata, “Bila kami ingin menangis, masing-masing kami berkata kepada yang lainnya, ‘bangkitlah menuju pemuda al-Muththaliby yang sedang membaca al-Qur’an,” dan bila kami sudah mendatanginya sedang shalat di al-Haram seraya memulai bacaan alQur’an, orang-orang merintih dan menangis tersedu-sedu saking merdu suaranya.

Bila melihat kondisi orang-orang seperti itu, ia berhenti membacanya.

Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Ulama Senior Mazhab Hanafi

Di akhir materinya, Dr Muhammad Ardiansyah menyampaikan syair Imam Syafi’i tentang pentingnya usaha dan berjuang dalam menuntut ilmu.

“Orang yang berakal dan beradab tidak betah terhadap suatu tempat. Oleh karenanya tinggalkan tempat kelahiran kamu untuk menuntut ilmu. Berangkat jauh ke sana, kalian akan mendapatkan apa yang kalian tinggalkan. Dan jangan pernah bosan untuk bersusah payah, karena hidup ini kenikmatannya didapatkan melalui kesusahan,” tutupnya.

Baca juga: Ketika Imam Syafi'i Dituduh Syiah Rafidhah, Ini yang Sebenarnya
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ketika Imam Syafii Berdebat...
Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Orang Bodoh : Diamku dari Orang Hina adalah Jawaban
Kisah Dua Imam Mazhab...
Kisah Dua Imam Mazhab : Tertawa Bersama Menyikapi Datangnya Rezeki
Ini Mengapa Muhammadiyah...
Ini Mengapa Muhammadiyah tidak Bermazhab
Ilmu Fikih: Beda Aliran...
Ilmu Fikih: Beda Aliran Pikiran Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafii
Beginilah Sikap Imam...
Beginilah Sikap Imam Syafi'i ketika Berdebat dengan Orang Jahil
Inilah Syair Rindu Imam...
Inilah Syair Rindu Imam Syafi'i tentang Gaza, Tanah Kelahirannya
Rekomendasi
ASMC Sebut Akibat El...
ASMC Sebut Akibat El Nino Negara ASEAN Akan Diselimuti Asap Tebal
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Panas Matahari Bisa...
Panas Matahari Bisa Mempengaruhi Aktivitas Gempa Bumi
Artikel Terkini
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved