Cara Memandikan Jenazah Berikut Bacaan Niatnya

Selasa, 10 Agustus 2021 - 11:00 WIB
loading...
A A A
2. Airnya adalah air mutlak, suci, dapat menghilangkan najis dan tidak ada sesuatu yang dapat mencegah sampainya air ke tubuh mayat secara langsung.

3. Memandikan mayat boleh dilaksanakan hanya dengan menyiramkan air sekali secara merata ke seluruh tubuh mayat.

Berikut Tata Cara Memandikan Jenazah:
1. Membaca Niat
2. Menaruh mayat di tempat ketinggian supaya memudahkan mengalirnya air yang telah disiramkan ke tubuh mayat.
3. Melepaskan pakaian mayat lalu menutupi tubuhnya dengan kain supaya auratnya tidak terlihat, walaupun oleh orang yang memandikannya, kecuali mayat anak kecil.
4. Orang yang memandikannya memakai kain untuk melapisi tangannya untuk menggosok badan mayat, terutama waktu menggosok bagian auratnya.
5. Mengurut perut mayat dengan lembut untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang ada dalam perut mayat, kecuali perut perempuan hamil yang janin di dalamnya sudah meninggal, maka tidak perlu diurut.
6. Dimulai dengan membasuh anggota badan mayat sebelah kanan dan anggota tempat wudhu'.
7. Membasuh rata seluruh tubuh tiga kali, lima kali, tujuh kali atau lebih dengan bilangan ganjil. Di antaranya dicampur dengan daun pohon Bidara atau semacamnya yang dapat menolong membersihkan kotoran-kotoran di badan mayat, seperti sabun dan sebagainya. Sebagian ulama mengatakan, mayat itu wajib dimandikan tiga kali. Pertama, airnya sedikit dan dicampur dengan daun Bidara. Kedua, airnya dicampur kapur dan ketiga, dimandikan dengan air bersih. Orang yang memandikan wajib memulai dalam memandikannya dari kepala, kemudian tubuh bagian kanan, lalu ke tubuh bagian kiri. Sedangkan menurut ulama empat mazhab, yang diwajibkan itu hanya dimandikan dengan air bersih satu kali, dan kedua kalinya adalah sunnah. Ulama empat Mazhab tidak mewajibkan dengan daun Bidara dan kapur, melainkan hanya disunnahkan untuk mencampur airnya itu dengan kapur dan sejenisnya yang harum.
8. Untuk mayat perempuan, bagian di sela-sela rambutnya harus dibersihkan dan dicuci, kemudian sela-sela rambutnya dibasuh kembali.
9. Hendaklah tubuh mayat dikeringkan dengan handuk atau sejenisnya, kemudian diberi wangi-wangian. Dalam hal kondisi mayat yang tidak mungkin untuk dimandikan, misalnya karena 'uzur atau disebabkan karena tidak adanya air, terbakar, sakit yang sekiranya kalau dimandikan daging (kulitnya) akan rusak, maka semua ulama mazhab sepakat boleh ditayammumkan sebagai pengganti mandi. Sedangkan cara-cara mentayammumkannya sama seperti orang hidup bertayammum.

Mengenai taata cara sholat jenazah hendaknya dilakukan berjamaah dan bertindak sebagai imam adalah anggota keluarga paling dekat dengan si mayit seperti bapaknya, anaknya dan lain-lain yang dekat pertalian nasabnya. Apabila tidak ada, maka sholatnya bisa dipimpin oleh penguasa atau wakilnya atau orang yang paling mahir membaca Al-Qur'an.

Ulama-ulama mazhab menegaskan beberapa syarat yang menjadi sahnya sholat jenazah yaitu harus suci, menutup 'aurat (sama seperti salat fardhu). Ketika mensholatinya, hendaklah mayit itu diletakkan terlentang.

Sedangkan orang yang mensholatinya berdiri di belakang jenazah dan tidak jauh dari jenazah tesebut, lalu menghadap kiblat. Kepala mayat berada di sebelah kanan dan juga disyaratkan agar tidak ada batas baik tembok maupun sejenisnya. Orang yang mensholatinya harus berdiri, kecuali kalau tidak bisa (karena ada uzur yang dibolehkan syara').

Kemudian berniat dan bertakbir sebanyak empat kali. Diawali dengan membaca Al-Fatihah, lalu bertakbir dan membaca sholawat atas Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Kemudian, setelah takbir yang ketiga dan keempat adalah membaca doa dengan memohonkan ampunan dan rahmat untuk mayat kemudian diakhiri dengan salam.

Menurut Mazhab Syafi'i, setelah takbir pertama membaca Al-Fatihah, lalu setelah takbir kedua membaca sholawat kepada Nabi Muhammad. Kemudian setelah takbir ketiga membaca doa, dan setelah takbir keempat mengucapkan salam, dan setiap takbir harus mengangkat kedua tangannya.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Memandikan Jenazah Perempuan?
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Cemburunya...
Kisah Hikmah : Cemburunya Khalifah kepada Jenazah Syahid
Bolehkah Melaksanakan...
Bolehkah Melaksanakan Salat Jenazah setelah Ashar?
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Bolehkah Menghadiahi...
Bolehkah Menghadiahi Salat untuk Orang yang Sudah Meninggal?
Salat Jenazah, Bacaan...
Salat Jenazah, Bacaan Niat dan Pahalanya yang Luar Biasa
Najwa Shihab Tidak Ikut...
Najwa Shihab Tidak Ikut Mengantar Jenazah Suami ke Pemakaman, Ini Hukum dan Dalilnya
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht...
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht Firaun Raksasa yang Tak Pernah Tercatat dalam Sejarah
NOAA Prediksi Air Permukaan...
NOAA Prediksi Air Permukaan Laut Akan Naik hingga 40 Kaki
Ilmuwan Ungkap Tujuan...
Ilmuwan Ungkap Tujuan Orang Kuno Membangun Stonehenge
Artikel Terkini
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved