Syariat Islam Mengatur Cara Anak yang Menasehati Orang Tua
Minggu, 15 Agustus 2021 - 12:08 WIB
loading...
Potret keluarga muslim. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Manusia adalah tempat salah dan dosa . Artinya, setiap manusia berpotensi durhaka kepada Allah Ta'ala. Termasuk orang tua kita. Lantas, apakah kita boleh menasehati kedua orang tua kita, jika mereka terjatuh dalam sebuah kesalahan? Apakah tindakan kita yang menasehati orang tua tentang kesalahannya, termasuk perbuatan dosa kepada orang tua?
Baca juga: Kewajiban Utama Suami dalam Islam : Mendidik Istrinya dalam Ilmu Syari'at
Menurut Syaikh ulama Arab Saudi, Syaikh Shalih Fauzan -hafidzahullah, syariat Islam telah mengatur hal ini. Beliaumengatakan Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kita amar ma’ruf dan nahi mungkar (menyuruh orang untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran) sesuai dengan kemampuan .
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
*"Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak bisa merubah dengan tangannya, maka degan lisannya; Jika tidak bisa juga dengan lisan, maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman.*"
Baca juga: Membaca Al Fatihah untuk Orang Sakit
Dalam riwayat lain:
ولَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيْمَانِ حَبَّةَ خَرْدَلٍ
*"Tidak ada lagi setelah itu keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi."*
Dalam masalah ini, kedua orang tua atau yang lainnya sama. Kedua orang tua juga wajib diingkari jika mereka melakukan kesalahan; Mereka harus dinasehati.
Baca juga: 2 Perempuan Beriman yang Bisa Jadi Contoh di Masa Kini
Dan ini termasuk perbuatan bakti yang paling baik. Ini tidak termasuk perbuatan durhaka.. Bahkan ini termasuk perbuatan bakti, karena melakukan itu berkeinginan agar kedua orang tua selamat dari api neraka.
Contohnya apa yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam saat menasehati orang tuanya:
يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا ﴿٤٣﴾ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا﴿٤٤﴾يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ
Baca juga: Gempa Dahsyat Guncang Haiti, Ratusan Orang Tewas
"Wahai bapakku! Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku! Niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku! Janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb yang Maha Pemurah. Wahai bapakku! Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Rabb yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan." (QS. Maryam/19:43-45).
Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Nabi Ibrahim menasehati bapaknya dan mengajaknya untuk beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla serta berusaha menyelamatkannya dari siksa api neraka.
Baca juga: Kabar Gembira Bagi Eksportir Mobil Nasional, Sudah Bebas Safeguard Filipina
Ini menunjukkan bahwa menasehati kedua orang tua termasuk kewajiban yang paling wajib. Perbuatan ini termasuk perbuatan bakti, bahkan termasuk perbuatan bakti yan terbaik.
Akan tetapi harus diperhatikan, nasehat itu harus dilakukan dengan cara yang hikmah, dengan menggunakan bahasa yang lembut.
Hendaklah saat saudara menasehati orang tua dengan cara yang paling lembut, semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada kedua orang tua kita.
Baca juga: Polemik Lomba Artikel BPIP, Ketua PP Muhammadiyah: Tema Korupsi-Kerusakan Moral Jauh Lebih Penting
Wallahu A'lam
Baca juga: Kewajiban Utama Suami dalam Islam : Mendidik Istrinya dalam Ilmu Syari'at
Menurut Syaikh ulama Arab Saudi, Syaikh Shalih Fauzan -hafidzahullah, syariat Islam telah mengatur hal ini. Beliaumengatakan Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kita amar ma’ruf dan nahi mungkar (menyuruh orang untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran) sesuai dengan kemampuan .
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
*"Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak bisa merubah dengan tangannya, maka degan lisannya; Jika tidak bisa juga dengan lisan, maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman.*"
Baca juga: Membaca Al Fatihah untuk Orang Sakit
Dalam riwayat lain:
ولَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيْمَانِ حَبَّةَ خَرْدَلٍ
*"Tidak ada lagi setelah itu keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi."*
Dalam masalah ini, kedua orang tua atau yang lainnya sama. Kedua orang tua juga wajib diingkari jika mereka melakukan kesalahan; Mereka harus dinasehati.
Baca juga: 2 Perempuan Beriman yang Bisa Jadi Contoh di Masa Kini
Dan ini termasuk perbuatan bakti yang paling baik. Ini tidak termasuk perbuatan durhaka.. Bahkan ini termasuk perbuatan bakti, karena melakukan itu berkeinginan agar kedua orang tua selamat dari api neraka.
Contohnya apa yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam saat menasehati orang tuanya:
يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا ﴿٤٣﴾ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا﴿٤٤﴾يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ
Baca juga: Gempa Dahsyat Guncang Haiti, Ratusan Orang Tewas
"Wahai bapakku! Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku! Niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku! Janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb yang Maha Pemurah. Wahai bapakku! Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Rabb yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan." (QS. Maryam/19:43-45).
Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Nabi Ibrahim menasehati bapaknya dan mengajaknya untuk beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla serta berusaha menyelamatkannya dari siksa api neraka.
Baca juga: Kabar Gembira Bagi Eksportir Mobil Nasional, Sudah Bebas Safeguard Filipina
Ini menunjukkan bahwa menasehati kedua orang tua termasuk kewajiban yang paling wajib. Perbuatan ini termasuk perbuatan bakti, bahkan termasuk perbuatan bakti yan terbaik.
Akan tetapi harus diperhatikan, nasehat itu harus dilakukan dengan cara yang hikmah, dengan menggunakan bahasa yang lembut.
Hendaklah saat saudara menasehati orang tua dengan cara yang paling lembut, semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada kedua orang tua kita.
Baca juga: Polemik Lomba Artikel BPIP, Ketua PP Muhammadiyah: Tema Korupsi-Kerusakan Moral Jauh Lebih Penting
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :