Ibnu Amr: Meraih Separuh Ilmu dengan Belajar 'Bicara Saya Tidak Tahu'
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Subhanallah, kalau itu komentar mereka pada zaman mereka, lantas bagaimana kiranya mereka mendapati pada zaman sekarang. "Anak-anak manusia yang ugal-ugalan berfatwa tanpa ilmu dan menulis tanpa ilmu di medsos, bermegah megahan di hadapan ulama, seakan mereka tidak dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak," ujar Abu Ubaidah Yusuf.
Di sinilah kita perlu belajar untuk mengatakan Saya Tidak Tahu dan tidak perlu malu atau gengsi mengatakan hal itu.
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Abu Dzayyal berkata: "Belajarlah mengatakan 'saya tidak tahu', karena jika kamu mengatakan 'saya tidak tahu' niscaya mereka akan mengajarimu hingga dirimu jadi tahu. Namun jika kamu mengatakan saya tahu niscaya mereka akan bertanya kepadamu hingga engkau tidak tahu. (Jami’ Bayanil Ilmi 1589, Shifatul Mufti wal Mustafti hlm. 138 dan Ta’zhimul Futya no. 32).
Sesungguhnya ucapan “saya tidak tahu” tidaklah merendahkan kedudukan seorang, bahkan itu meninggikan derajatnya karena rasa takutnya ke pada Allah, kejernihan hatinya, dan kehati-hatiannya.
Syeikh As Sa’di dalam Tadzkirah Sami’ wal Mutakallim menyebutkan beberapa faedah seorang mengatakan saya tidak tahu, diantaranya:
1. Melaksanakan kewajiban.
2. Akan dapat ilmu dari sahabat atau muridnya.
3. Menunjukkan amanah dan kehati-hatiannya.
4. Pengajaran bagi murid-muridnya agar menirunya.
Baca juga: Nasehat Ali Bin Abu Thalib dan Kisah dari Al Hasan Al Bashri: Jangan Tergesa-gesa
Di sinilah kita perlu belajar untuk mengatakan Saya Tidak Tahu dan tidak perlu malu atau gengsi mengatakan hal itu.
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Abu Dzayyal berkata: "Belajarlah mengatakan 'saya tidak tahu', karena jika kamu mengatakan 'saya tidak tahu' niscaya mereka akan mengajarimu hingga dirimu jadi tahu. Namun jika kamu mengatakan saya tahu niscaya mereka akan bertanya kepadamu hingga engkau tidak tahu. (Jami’ Bayanil Ilmi 1589, Shifatul Mufti wal Mustafti hlm. 138 dan Ta’zhimul Futya no. 32).
Sesungguhnya ucapan “saya tidak tahu” tidaklah merendahkan kedudukan seorang, bahkan itu meninggikan derajatnya karena rasa takutnya ke pada Allah, kejernihan hatinya, dan kehati-hatiannya.
Syeikh As Sa’di dalam Tadzkirah Sami’ wal Mutakallim menyebutkan beberapa faedah seorang mengatakan saya tidak tahu, diantaranya:
1. Melaksanakan kewajiban.
2. Akan dapat ilmu dari sahabat atau muridnya.
3. Menunjukkan amanah dan kehati-hatiannya.
4. Pengajaran bagi murid-muridnya agar menirunya.
Baca juga: Nasehat Ali Bin Abu Thalib dan Kisah dari Al Hasan Al Bashri: Jangan Tergesa-gesa
(mhy)
Lihat Juga :