Nasehat Ali Bin Abu Thalib dan Kisah dari Al Hasan Al Bashri: Jangan Tergesa-gesa
Jum'at, 30 Juli 2021 - 18:43 WIB
loading...
Bertakwalah kepada Allah SWT, bersikap sabar, dan tidak tergesa-gesa. Ilustrasi/Ist/mhy
A
A
A
ADA sebuah petuah emas Khalifah Ali bin Abi Thalib ra di zaman fitnah yang perlu kita renungkan dan kita amalkan hari-hari ini, yaitu:
Dari Ali bin Abi Thalib a berkata: “Janganlah kalian menjadi orang yang tergesa-gesa, gegabah menyiarkan berita dan menabur benih, karena di belakang kalian bencana yang sangat parah, dan perkara-perkara bagaikan ombak yang dahsyat menghantam”. (Diriwayatkan Al Bukhari dalam Adabul Mufrad: 327 dan dishahihkan al Albani).
Baca juga: Ali Bin Abu Thalib: Jadilah Anak-Anak Akhirat, Jangan Jadi Anak-Anak Dunia
Tergesa-gesa adalah berasal dari was-was setan. Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi dalam bukunya berjudul Cambuk Hati Sahabat Nabi menjelaskan dalam atsar ini, sahabat Ali mengingatkan kepada kita dari tiga perkara yang sering dilanggar oleh kebanyakan manusia saat fitnah melanda sehingga malah menimbulkan api fitnah semakin membara.
Tiga perkara tersebut adalah:
Pertama, tergesa-gesa, sembrono, ngawur, tanpa memperhatikan konsekwensi perbuatan, karena orang yang seperti itu rawan tersungkur dalam kesalahan dan penyimpangan.
Kedua, gegabah menshare berita tanpa tabayyun dan kehati-hatian padahal berita belum tentu benar. Anggaplah memang benar semestinya dipikirkan dulu apakah menyebarkannya mengandung kemaslahatan atau justru mengandung kerusakan.
Ketiga, menyalakan api fitnah dan menabur benih-benih kerusakan seperti namimah (adu domba), perpecahan dan permusuhan diantara kaum muslimin.
Baca juga: Keturunan Rasulullah SAW: Cucu Ali bin Abu Thalib yang Banyak Julukan
Dari Ali bin Abi Thalib a berkata: “Janganlah kalian menjadi orang yang tergesa-gesa, gegabah menyiarkan berita dan menabur benih, karena di belakang kalian bencana yang sangat parah, dan perkara-perkara bagaikan ombak yang dahsyat menghantam”. (Diriwayatkan Al Bukhari dalam Adabul Mufrad: 327 dan dishahihkan al Albani).
Baca juga: Ali Bin Abu Thalib: Jadilah Anak-Anak Akhirat, Jangan Jadi Anak-Anak Dunia
Tergesa-gesa adalah berasal dari was-was setan. Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi dalam bukunya berjudul Cambuk Hati Sahabat Nabi menjelaskan dalam atsar ini, sahabat Ali mengingatkan kepada kita dari tiga perkara yang sering dilanggar oleh kebanyakan manusia saat fitnah melanda sehingga malah menimbulkan api fitnah semakin membara.
Tiga perkara tersebut adalah:
Pertama, tergesa-gesa, sembrono, ngawur, tanpa memperhatikan konsekwensi perbuatan, karena orang yang seperti itu rawan tersungkur dalam kesalahan dan penyimpangan.
Kedua, gegabah menshare berita tanpa tabayyun dan kehati-hatian padahal berita belum tentu benar. Anggaplah memang benar semestinya dipikirkan dulu apakah menyebarkannya mengandung kemaslahatan atau justru mengandung kerusakan.
Ketiga, menyalakan api fitnah dan menabur benih-benih kerusakan seperti namimah (adu domba), perpecahan dan permusuhan diantara kaum muslimin.
Baca juga: Keturunan Rasulullah SAW: Cucu Ali bin Abu Thalib yang Banyak Julukan
Lihat Juga :