Manfaat dan Keutamaan Bershalawat yang Perlu Diketahui
Senin, 23 Agustus 2021 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hati-hati, Kencing di Tempat Sembarangan Ada Ancamannya
Ada sebuah hadis yang menjelaskan akibat yang akan didapatkan jika dalam suatu majelis berpisah tanpa membaca shalawat. Hadis tersebut berbunyi,
“Mereka yang berkumpul (di suatu majlis) lalu berpisah dengan tanpa dzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada Nabi, maka mereka seperti membawa sesuatu yang lebih buruk dari bangkai.” (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa'i).
3. Mendapatkan syafaat dari Rasulullah
Shalawat dan salam adalah bagian dari penghormatan (tahiyyah), maka saat kita diperintah oleh Allah untuk membaca shalawat maka di situ kita mendoakan Nabi Muhammad. Kemudian wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama, yakni mendoakan kepada orang yang membaca shalawat kepadanya.
Baca juga: Azyumardi Azra Sebut Politik Identitas Sudah Tak Perlu Dikhawatirkan
Hal ini diterangkan dalam QS. An Nisa: 86:
وَاِذَا حُيِّيۡتُمۡ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوۡا بِاَحۡسَنَ مِنۡهَاۤ اَوۡ رُدُّوۡهَا ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ حَسِيۡبًا
“Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu.” (QS. An Nisa’: 86)
Doa dari Nabi inilah yang kemudian dinamakan syafaat. Berbagai ulama sudah sepakat bahwa doa Nabi tidak akan ditolak oleh Allah. Maka dari itu, Allah tentunya akan menerima syafaat beliau kepada setiap orang yang membaca shalawat.
4. Didoakan oleh malaikat
Suatu hari, Nabi Muhammad mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah Ta’ala serta membaca shalawat, maka Nabi pun berkata, “Orang ini terburu-buru,”
Ada sebuah hadis yang menjelaskan akibat yang akan didapatkan jika dalam suatu majelis berpisah tanpa membaca shalawat. Hadis tersebut berbunyi,
“Mereka yang berkumpul (di suatu majlis) lalu berpisah dengan tanpa dzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada Nabi, maka mereka seperti membawa sesuatu yang lebih buruk dari bangkai.” (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Nasa'i).
3. Mendapatkan syafaat dari Rasulullah
Shalawat dan salam adalah bagian dari penghormatan (tahiyyah), maka saat kita diperintah oleh Allah untuk membaca shalawat maka di situ kita mendoakan Nabi Muhammad. Kemudian wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama, yakni mendoakan kepada orang yang membaca shalawat kepadanya.
Baca juga: Azyumardi Azra Sebut Politik Identitas Sudah Tak Perlu Dikhawatirkan
Hal ini diterangkan dalam QS. An Nisa: 86:
وَاِذَا حُيِّيۡتُمۡ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوۡا بِاَحۡسَنَ مِنۡهَاۤ اَوۡ رُدُّوۡهَا ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ حَسِيۡبًا
“Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu.” (QS. An Nisa’: 86)
Doa dari Nabi inilah yang kemudian dinamakan syafaat. Berbagai ulama sudah sepakat bahwa doa Nabi tidak akan ditolak oleh Allah. Maka dari itu, Allah tentunya akan menerima syafaat beliau kepada setiap orang yang membaca shalawat.
4. Didoakan oleh malaikat
Suatu hari, Nabi Muhammad mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah Ta’ala serta membaca shalawat, maka Nabi pun berkata, “Orang ini terburu-buru,”
Lihat Juga :