Pengin Dapat Syafaat di Hari Kiamat? Ini Amalan untuk Meraihnya
Jum'at, 19 Juli 2024 - 05:15 WIB
loading...
Dalam syariat, selain selawat kepada Nabi Muhammad SAW, ada amalan-amalan yang akan memberikan syafaat pada hari Kiamat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Keinginan mendapat syafaat (pertolongan) ketika hari kiamat kelak, pasti didambakan semua orang. Dan ternyata ada amalan yang bisa memberikan syafaat dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tersebut. Apa saja amalannya?
Dalam syariat, selain selawat kepada Nabi Muhammad SAW, ada dua amalan yang akan memberikan syafaat pada hari Kiamat . Kedua amalan ini akan datang menghadap Allah 'Azza wa Jalla untuk membela hamba yang mengerjakannya di dunia.
Berikut hadis dan penjelasannya.
Dari Abdullah bin Amr RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Shaum dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba (yang mengerjakannya). Shaum akan memohon, 'Ya Allah, aku akan menghalanginya dari makan dan minum pada siang hari, maka teimalah syafaatku ini untuknya.' Dan Al-Qur'an berkata, 'Ya Allah, aku telah menghalangi dari tidur pada malam hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya.' Akhirnya kedua syafaat itu diterima." (HR. Ahmad, Ibnu Abi Dunya, dan At-Thabrani)
Dalam Kitab at-Targhib ditulis dengan tha'am dan syarab yang artinya makan dan minum, sebagaimana terjemahan di atas. Tetapi dalam riwayat Hakim kata syarab ditulis syahwat, yaitu tha'am dab syahwat yang berarti bahwa shaum itu menahan diri dari makan dan kesenangan nafsu.
Ini mengisyaratkan bahwa orang yang berpuasa hendaklah menjauhkan diri dari kesenangan nafsu, walaupun hal itu dibolehkan seperti bermesraan dengan istri dan menciumnya.
Kemudian, Al-Qur'an akan datang dalam wujud seorang pemuda lalu berkata, "Akulah yang membuatmu bangun pada malam hari dan membuatmu haus pada siang hari." Mereka yang membaca Al-Qur'an sepanjang malan dan siang mendapat pujian dari Allah karena termasuk perintah-Nya. "Dan pada sebagian malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbilah kepada-Nya pada bagian yang panjang pada malam hari." (QA. Al-Insan: 26)
"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka." (QS. Al-Furqan: ayat 64)
Dalam syariat, selain selawat kepada Nabi Muhammad SAW, ada dua amalan yang akan memberikan syafaat pada hari Kiamat . Kedua amalan ini akan datang menghadap Allah 'Azza wa Jalla untuk membela hamba yang mengerjakannya di dunia.
Berikut hadis dan penjelasannya.
عَنْ عَبْدِاللهِ بِنِ عُمَرَوَ رَضَىَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصّـِيَامُ وَالقُرْآنُ يَشْفَعَانِ للِعَبْدِ، يَقُوْلُ الصّـيِامُ رَبِّ أِنّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ والشَّرابَ في النَّهارِ فَشَفِّعنِيْ فِيهِ، وَيَقُوْلُ القُرْآنُ رَبِّ اِنّيِ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللّيْلِ فَشَفِّعني فِيهِ فَيُشَفَّعَاَنِ. (رواه أحمد وابن ابي الدنيا والطبراني في الكبير والحاكم وقال صحيح على شرط مسلم).
Dari Abdullah bin Amr RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Shaum dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba (yang mengerjakannya). Shaum akan memohon, 'Ya Allah, aku akan menghalanginya dari makan dan minum pada siang hari, maka teimalah syafaatku ini untuknya.' Dan Al-Qur'an berkata, 'Ya Allah, aku telah menghalangi dari tidur pada malam hari, maka terimalah syafaatku ini untuknya.' Akhirnya kedua syafaat itu diterima." (HR. Ahmad, Ibnu Abi Dunya, dan At-Thabrani)
Dalam Kitab at-Targhib ditulis dengan tha'am dan syarab yang artinya makan dan minum, sebagaimana terjemahan di atas. Tetapi dalam riwayat Hakim kata syarab ditulis syahwat, yaitu tha'am dab syahwat yang berarti bahwa shaum itu menahan diri dari makan dan kesenangan nafsu.
Ini mengisyaratkan bahwa orang yang berpuasa hendaklah menjauhkan diri dari kesenangan nafsu, walaupun hal itu dibolehkan seperti bermesraan dengan istri dan menciumnya.
Kemudian, Al-Qur'an akan datang dalam wujud seorang pemuda lalu berkata, "Akulah yang membuatmu bangun pada malam hari dan membuatmu haus pada siang hari." Mereka yang membaca Al-Qur'an sepanjang malan dan siang mendapat pujian dari Allah karena termasuk perintah-Nya. "Dan pada sebagian malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbilah kepada-Nya pada bagian yang panjang pada malam hari." (QA. Al-Insan: 26)
وَالَّذِيۡنَ يَبِيۡتُوۡنَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدًا وَّقِيَامًا
"Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka." (QS. Al-Furqan: ayat 64)
Lihat Juga :