Antara Niat dan Ganjaran Pahala
Sabtu, 04 September 2021 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki (QS. al-Isra : 18)
Dalam ayat di atas, Allah tidak berfirman, “Maka kami segerakan baginya apa yang ia inginkan.” Tetapi, Allah berfirman, “Maka Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki-bukan kepada setiap manusia.”
Berdasarkan ayat di atas, maka sebagian manusia mendapatkan apa yang dia inginkan di dunia ini, sebagian manusia hanya mendapatkan sebagian apa yang dia inginkan di dunia ini, dan sebagian manusia ada yang tidak mendapatkan sama sekali dari pada yang dia harapkan di dunia ini.
Sedangkan firman Allah,
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُو رًا
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. Al-Isra : 19)
Baca juga: Amalan Wajib Bagi Muslimah Agar Terhindar dari Neraka
Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pahala dari Allah. Selain itu, kita perlu mengetahui tentang pahala niat yang baik, di mana Allah tidak akan pernah menyia-nyiakannya, meskipun kita tidak sempat untuk melakukan amal saleh yang kita niatkan.
Jika seseorang berniat untuk melakukan amal shaleh , tetapi ada aral atau rintangan sehingga dia tidak bisa melakukan amal saleh tersebut, maka dia tetap mendapatkan pahala, yaitu pahala dari apa yang dia niatkan. Sementara, jika dia melakukan amal saleh pada saat dia tidak mempunyai uzur, yakni pada saat dia mampu untuk melakukan amal saleh
Setelah itu dia memiliki uzur sehingga tidak mampu lagi untuk melakukannya, maka dia mendapatkan pahala dari amal perbuatan tersebut dengan nilai sempurna, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
Dalam ayat di atas, Allah tidak berfirman, “Maka kami segerakan baginya apa yang ia inginkan.” Tetapi, Allah berfirman, “Maka Kami segerakan baginya apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki-bukan kepada setiap manusia.”
Berdasarkan ayat di atas, maka sebagian manusia mendapatkan apa yang dia inginkan di dunia ini, sebagian manusia hanya mendapatkan sebagian apa yang dia inginkan di dunia ini, dan sebagian manusia ada yang tidak mendapatkan sama sekali dari pada yang dia harapkan di dunia ini.
Sedangkan firman Allah,
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُو رًا
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (QS. Al-Isra : 19)
Baca juga: Amalan Wajib Bagi Muslimah Agar Terhindar dari Neraka
Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pahala dari Allah. Selain itu, kita perlu mengetahui tentang pahala niat yang baik, di mana Allah tidak akan pernah menyia-nyiakannya, meskipun kita tidak sempat untuk melakukan amal saleh yang kita niatkan.
Jika seseorang berniat untuk melakukan amal shaleh , tetapi ada aral atau rintangan sehingga dia tidak bisa melakukan amal saleh tersebut, maka dia tetap mendapatkan pahala, yaitu pahala dari apa yang dia niatkan. Sementara, jika dia melakukan amal saleh pada saat dia tidak mempunyai uzur, yakni pada saat dia mampu untuk melakukan amal saleh
Setelah itu dia memiliki uzur sehingga tidak mampu lagi untuk melakukannya, maka dia mendapatkan pahala dari amal perbuatan tersebut dengan nilai sempurna, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
Lihat Juga :