Antara Niat dan Ganjaran Pahala
Sabtu, 04 September 2021 - 05:10 WIB
loading...
Segala amal perbuatan sangat bergantung pada niat, jika niatnya baik maka akan dapat pahala, begitu juga sebaliknya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita bahwa tempat niat ada di hati. Sehingga, ketika kita mengharapkan pahala dari Allah, berarti kita harus memintanya kepada Allah, karena tidak ada sesuatu apa pun yang bisa disembunyikan dari pengetahuan Allah Ta'ala:
Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ
Katakanlah : “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui. “ (Qs. Ali Imran : 29)
Dinukil dari kitab 'Kaifa Tahtasibiina al-Ajr Fii Hayaatiki al-Yaumiyyah' karya Hana’ binti Abdul Aziz Ash-Shanii’ dijelaskan bahwa setiap perbuatan pasti disertai niat. Setiap amal perbuatan yang kita lakukan semata-mata untuk Allah, maka amal perbuatan itu untuk Allah.
Baca juga: Memperbaiki dan Meluruskan Niat
Sedangkan amal perbuatan yang kita lakukan untuk kepentingan dunia, maka amal perbuatan tersebut semata-mata untuk dunia. Niat yang kedua ini sungguh sangat berbahaya. Antara niat yang pertama dan niat yang kedua sungguh sangat berbeda, dan sangat bertentangan, pun sangat jauh, seperti jarak antara langit dan bumi.
Sebagian niat seorang perempuan berada di tumpukan sampah paling atas, dan sebagian niat manusia berada di tumpukan sampah paling bawah. Jika kita berniat semata-mata karena Allah dan negeri akhirat dalam melakukan setiap perbuatan yang syar’i, maka kita pasti mendapatkan apa yang diharapkan itu. Tapi, jika kita berbuat semata-mata karena dunia, mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dan mungkin juga tidak.
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ
Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ
Katakanlah : “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui. “ (Qs. Ali Imran : 29)
Dinukil dari kitab 'Kaifa Tahtasibiina al-Ajr Fii Hayaatiki al-Yaumiyyah' karya Hana’ binti Abdul Aziz Ash-Shanii’ dijelaskan bahwa setiap perbuatan pasti disertai niat. Setiap amal perbuatan yang kita lakukan semata-mata untuk Allah, maka amal perbuatan itu untuk Allah.
Baca juga: Memperbaiki dan Meluruskan Niat
Sedangkan amal perbuatan yang kita lakukan untuk kepentingan dunia, maka amal perbuatan tersebut semata-mata untuk dunia. Niat yang kedua ini sungguh sangat berbahaya. Antara niat yang pertama dan niat yang kedua sungguh sangat berbeda, dan sangat bertentangan, pun sangat jauh, seperti jarak antara langit dan bumi.
Sebagian niat seorang perempuan berada di tumpukan sampah paling atas, dan sebagian niat manusia berada di tumpukan sampah paling bawah. Jika kita berniat semata-mata karena Allah dan negeri akhirat dalam melakukan setiap perbuatan yang syar’i, maka kita pasti mendapatkan apa yang diharapkan itu. Tapi, jika kita berbuat semata-mata karena dunia, mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dan mungkin juga tidak.
Allah Ta’ala berfirman,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ
Lihat Juga :