Sifat al-Masih Isa bin Maryam Rasul Allah dan Sifat Manusia Jelang Kiamat
Rabu, 08 September 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Demikianlah ia menetapkan hukum untuk semua orang kafir penduduk bumi saat itu.
Dalam hadis Abdurrahman bin Adam dari Abu Hurairah disebutkan: “Sesungguhnya, Isa bin Maryam turun. Jika kalian melihatnya, kenalilah. Ia seorang lelaki berperawakan sedang dan berambut merah dan putih dengan mengenakan dua kain robek yang dicelup dengan za'faran. Kepalanya laksana meneteskan air meskipun tidak terkena hujan.
Ia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan menyeru manusia pada Islam. Pada masanya, Allah SWT membinasakan semua kepercayaan, kecuali Islam dan menghancurkan al-Masih Dajjal kemudian rasa aman menyelimuti bumi sehingga singa dapat merumput bersama unta, harimau dengan sapi, serigala dengan kambing, dan anak kecil bermain dengan ular. Isa bin Maryam menetap selama empat puluh hari lalu dicabut nyawanya dan kaum Muslimin menshalatkannya” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Demikian menurut hadis tersebut bahwa Isa bin Maryam menetap di bumi selama empat puluh tahun. Dalam Shahih Muslim dikemukakan dari Abdullah bin Amru bahwa Isa bin Maryam menetap di bumi selama tujuh tahun.
Ibnu Katsir mengatakan kedua pendapat ini kontroversial, kecuali jika ditafsirkan bahwa yang dimaksud tujuh tahun itu adalah masa menetapnya setelah turun dan ini menjadi tambahan pada menetapnya di bumi sebelum diangkat ke langit yang ketika itu usianya 33 tahun sebagaimana pendapat yang populer. Wallahu alam.
Baca juga: Dahsyatnya Hari Kiamat (3): Hadits yang Tertolak tentang Dajjal
Dalam Ash-Shahih disebutkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj muncul pada masa Isa bin Maryam dan Allah membinasakan mereka berkat doanya pada satu malam.
Disebutkan juga bahwa Isa bin Maryam melaksanakan ibadah haji selama menetap di bumi setelah turun dari langit.
Muhammad bin Ka'ab al-Qurzhi berkata, “Dalam kitab-kitab yang diturunkan dijelaskan bahwa para penghuni gua (Ashhab al-Kahfi) menjadi pengikutnya dan mereka ikut melaksanakan ibadah haji bersamanya.”
Al-Qurthubi menyebutkan perihal pembunuhan massal (al-Malihim) di akhir kitabnya At-Tadzkirah Fi Ahwal al-Akhirah, "Isa bin Maryam meninggal dunia di kota Nabi lalu dishalatkan di sana dan dikebumikan di kamar beliau.”
Abu Isa at-Tirmidzi meriwayatkan hadis tersebut dalam Jami'-nya dari Abdullah bin Salam, ia mengatakan dalam Kitab al Manaqib, “Di dalam Taurat dituliskan sifat Muhammad dan sesungguhnya Isa bin Maryam dikebumikan bersamanya.' Ia meneruskan: “Abu Maudud berkata: 'Di rumah (Nabi) tersisa satu tempat untuk kuburan'.” Hadis ini hasan gharib.
Baca juga: Dahsyatnya Hari Kiamat (2): Berita Aneh dan Kabar Asing
Dalam hadis Abdurrahman bin Adam dari Abu Hurairah disebutkan: “Sesungguhnya, Isa bin Maryam turun. Jika kalian melihatnya, kenalilah. Ia seorang lelaki berperawakan sedang dan berambut merah dan putih dengan mengenakan dua kain robek yang dicelup dengan za'faran. Kepalanya laksana meneteskan air meskipun tidak terkena hujan.
Ia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan menyeru manusia pada Islam. Pada masanya, Allah SWT membinasakan semua kepercayaan, kecuali Islam dan menghancurkan al-Masih Dajjal kemudian rasa aman menyelimuti bumi sehingga singa dapat merumput bersama unta, harimau dengan sapi, serigala dengan kambing, dan anak kecil bermain dengan ular. Isa bin Maryam menetap selama empat puluh hari lalu dicabut nyawanya dan kaum Muslimin menshalatkannya” (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Demikian menurut hadis tersebut bahwa Isa bin Maryam menetap di bumi selama empat puluh tahun. Dalam Shahih Muslim dikemukakan dari Abdullah bin Amru bahwa Isa bin Maryam menetap di bumi selama tujuh tahun.
Ibnu Katsir mengatakan kedua pendapat ini kontroversial, kecuali jika ditafsirkan bahwa yang dimaksud tujuh tahun itu adalah masa menetapnya setelah turun dan ini menjadi tambahan pada menetapnya di bumi sebelum diangkat ke langit yang ketika itu usianya 33 tahun sebagaimana pendapat yang populer. Wallahu alam.
Baca juga: Dahsyatnya Hari Kiamat (3): Hadits yang Tertolak tentang Dajjal
Dalam Ash-Shahih disebutkan bahwa Ya'juj dan Ma'juj muncul pada masa Isa bin Maryam dan Allah membinasakan mereka berkat doanya pada satu malam.
Disebutkan juga bahwa Isa bin Maryam melaksanakan ibadah haji selama menetap di bumi setelah turun dari langit.
Muhammad bin Ka'ab al-Qurzhi berkata, “Dalam kitab-kitab yang diturunkan dijelaskan bahwa para penghuni gua (Ashhab al-Kahfi) menjadi pengikutnya dan mereka ikut melaksanakan ibadah haji bersamanya.”
Al-Qurthubi menyebutkan perihal pembunuhan massal (al-Malihim) di akhir kitabnya At-Tadzkirah Fi Ahwal al-Akhirah, "Isa bin Maryam meninggal dunia di kota Nabi lalu dishalatkan di sana dan dikebumikan di kamar beliau.”
Abu Isa at-Tirmidzi meriwayatkan hadis tersebut dalam Jami'-nya dari Abdullah bin Salam, ia mengatakan dalam Kitab al Manaqib, “Di dalam Taurat dituliskan sifat Muhammad dan sesungguhnya Isa bin Maryam dikebumikan bersamanya.' Ia meneruskan: “Abu Maudud berkata: 'Di rumah (Nabi) tersisa satu tempat untuk kuburan'.” Hadis ini hasan gharib.
Baca juga: Dahsyatnya Hari Kiamat (2): Berita Aneh dan Kabar Asing
(mhy)
Lihat Juga :