Kisah Syekh Abu Bakar As-Syibli dan Kucing Pembawa Rahmat
Sabtu, 11 September 2021 - 21:48 WIB
loading...
Salah satu perbuatan yang mendatangkan rahmat Allah adalah berkasih sayang kepada semua makhluk termasuk kepada binatang. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Jasad Syekh Abu Bakar Asy-Syibli memang terkubur dalam tanah sejak Tahun 946 silam. Tapi nasihat santri Imam Junaid Al-Baghdadi ini seakan terus mengalir kepada generasi-generasi sesudahnya.
Syekh Abu Bakar As-Syibli (rahimahullahu) tinggal di Baghdad. Nama As-Syibli dinisbatkan kepadanya karena dibesarkan di Kota Syibli di wilayah Khurasan, Persia. Beliau dilahirkan pada 247 Hijriyah di Kota Baghdad.
Beliau bersahabat dengan Imam Junaid, bahkan menjadi murid beliau. Syeikh Abu Bakar As-Syibli hidup hingga usia 87 tahun, dan wafat pada tahun 334 Hijriyah dan dimakamkan di Baghdad. Beliau termasuk salah satu pembesar sufi dan para 'arif billah.
Abu Bakar As-Syibli punya kisah hikmah yang bersumber dari Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Kisah beliau kembali diceritakan Buya Zein Ali yang disiarkan lewat media sosialnya.
Salah satunya kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani.
Dalam sebuah mimpi seeseorang, Imam Asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah, "Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?"
"Amal shalihku." "Bukan."
"Ketulusanku dalam beribadah." "Bukan."
"Hajiku, puasaku, sholatku." "Juga bukan."
"Perjalananku kepada orang-orang saleh dan untuk menimba ilmu." "Bukan."
Syekh Abu Bakar As-Syibli (rahimahullahu) tinggal di Baghdad. Nama As-Syibli dinisbatkan kepadanya karena dibesarkan di Kota Syibli di wilayah Khurasan, Persia. Beliau dilahirkan pada 247 Hijriyah di Kota Baghdad.
Beliau bersahabat dengan Imam Junaid, bahkan menjadi murid beliau. Syeikh Abu Bakar As-Syibli hidup hingga usia 87 tahun, dan wafat pada tahun 334 Hijriyah dan dimakamkan di Baghdad. Beliau termasuk salah satu pembesar sufi dan para 'arif billah.
Abu Bakar As-Syibli punya kisah hikmah yang bersumber dari Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Kisah beliau kembali diceritakan Buya Zein Ali yang disiarkan lewat media sosialnya.
Salah satunya kisah dalam mimpi, sebagaimana terekam dalam Kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani.
Dalam sebuah mimpi seeseorang, Imam Asy-Syibli yang telah wafat itu ditanya Allah, "Kamu tahu, apa yang membuat-Ku mengampuni dosa-dosamu?"
"Amal shalihku." "Bukan."
"Ketulusanku dalam beribadah." "Bukan."
"Hajiku, puasaku, sholatku." "Juga bukan."
"Perjalananku kepada orang-orang saleh dan untuk menimba ilmu." "Bukan."
Lihat Juga :