Jalaluddin Rumi tentang Kisah Pemuda Qazwin dan Tato Singa
Sabtu, 18 September 2021 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
"Biarkan singaku tak memiliki telinga. Demi Tuhan, tinggalkan saja bagian telinganya," pinta pemuda itu.
Tukang tato itu pun dengan patuh pindah mengerjakan bagian lain. Kembali, pemuda itu berteriak kesakitan, "Oh, tukang tato yang terhormat, kali ini apa yang sedang kau kerjakan?" Tukang itu pun menjelaskan bahwa ia tengah melukis bagian perut.
"Tinggalkan bagian perutnya. Aku tak memerlukan bagian perut dari singa itu untuk tatoku!" pemuda itu menjerit.
Akhirnya, tukang tato itu benar-benar kehilangan kesabaran. Ia berdiri keheranan. Dengan kesal, ia membanting jarumnya dan memaki, "Kau ini gila! Tak ada di dunia ini seekor singa pun yang tak memiliki ekor, telinga, atau perut! Tuhan pun tak akan menciptakan singa semacam itu!"
Jalaluddin Rumi menutup cerita ini dengan berkata, "Saudaraku, tahanlah rasa sakit dari ‘jarum’ itu. Pada akhirnya ia akan memberikanmu kenikmatan yang luar biasa. Matahari, bulan, dan angkasa akan menghormati ketahanan dirimu."
Bersabarlah menanggung derita dan segala kepedihanmu karena kebahagiaan di akhir hanya akan diperoleh melalui penderitaan sebelumnya.
Baca juga: Jalaluddin Rumi: Jawaban untuk Seseorang yang Bodoh Adalah Diam
Tukang tato itu pun dengan patuh pindah mengerjakan bagian lain. Kembali, pemuda itu berteriak kesakitan, "Oh, tukang tato yang terhormat, kali ini apa yang sedang kau kerjakan?" Tukang itu pun menjelaskan bahwa ia tengah melukis bagian perut.
"Tinggalkan bagian perutnya. Aku tak memerlukan bagian perut dari singa itu untuk tatoku!" pemuda itu menjerit.
Akhirnya, tukang tato itu benar-benar kehilangan kesabaran. Ia berdiri keheranan. Dengan kesal, ia membanting jarumnya dan memaki, "Kau ini gila! Tak ada di dunia ini seekor singa pun yang tak memiliki ekor, telinga, atau perut! Tuhan pun tak akan menciptakan singa semacam itu!"
Jalaluddin Rumi menutup cerita ini dengan berkata, "Saudaraku, tahanlah rasa sakit dari ‘jarum’ itu. Pada akhirnya ia akan memberikanmu kenikmatan yang luar biasa. Matahari, bulan, dan angkasa akan menghormati ketahanan dirimu."
Bersabarlah menanggung derita dan segala kepedihanmu karena kebahagiaan di akhir hanya akan diperoleh melalui penderitaan sebelumnya.
Baca juga: Jalaluddin Rumi: Jawaban untuk Seseorang yang Bodoh Adalah Diam
(mhy)
Lihat Juga :