Beriman Sebagian, Ingkar Sebagian
Selasa, 21 September 2021 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, ada kalangan yang mengelu-elukan ayat:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus melainkan sebagai kasih sayang bagi alam semesta. (QS. Al Anbiya: 107)
Tapi mereka seakan menolak dan tidak menerima terhadap ayat-ayat tegas seperti ini:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang beriman bersamanya, mereka tegas terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih sayang terhadap sesama mereka. (QS. Al Fath: 29)
Inilah tipe-tipe manusia yang Allah Ta'ala sebutkan dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS. an-Nisa: 150-151)
Maka, sudah seharusnya seorang muslim mengimani semua ayat, dengan sebenar-benarnya iman dan berserah diri. Semuanya adalah haq (kebenaran), tidak ada ragu dan bimbang. Lebih baik dan lebih afdhal lagi jika seorang muslim banyak belajar. Yakni belajar dengan ulama-ulama yang telah diakui keilmuannya. Ulama ahli tafsir. Ini agar setiap muslim mantap dengan keyakinannya terhadap seluruh isi Al-Qur'an.
Baca juga: Tingkatan Rasa Cinta Menurut Ibnu Qayyim
Wallahu A'lam
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah engkau (Muhammad) diutus melainkan sebagai kasih sayang bagi alam semesta. (QS. Al Anbiya: 107)
Tapi mereka seakan menolak dan tidak menerima terhadap ayat-ayat tegas seperti ini:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang beriman bersamanya, mereka tegas terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih sayang terhadap sesama mereka. (QS. Al Fath: 29)
Inilah tipe-tipe manusia yang Allah Ta'ala sebutkan dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS. an-Nisa: 150-151)
Maka, sudah seharusnya seorang muslim mengimani semua ayat, dengan sebenar-benarnya iman dan berserah diri. Semuanya adalah haq (kebenaran), tidak ada ragu dan bimbang. Lebih baik dan lebih afdhal lagi jika seorang muslim banyak belajar. Yakni belajar dengan ulama-ulama yang telah diakui keilmuannya. Ulama ahli tafsir. Ini agar setiap muslim mantap dengan keyakinannya terhadap seluruh isi Al-Qur'an.
Baca juga: Tingkatan Rasa Cinta Menurut Ibnu Qayyim
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :