Tingkatan Rasa Cinta Menurut Ibnu Qayyim
Senin, 20 September 2021 - 07:50 WIB
loading...
Cinta adalah fitrah yang dimiliki manusia. Tanpa keberadaan cinta, orang menyebutnya sebagai perasaan hampa. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Cinta adalah fitrah yang dimiliki manusia. Tanpa keberadaan cinta, orang menyebutnya sebagai perasaan hampa. Cinta juga banyak memberikan inspirasi dan pengorbanan, akan tetapi cinta jugalah yang kadang membawa kesengsaraan bagi mereka yang merasakannya.
Dalam kehidupan manusia cinta muncul dalam berbagai hal. Seperti mencintai harta, wanita dan kedudukan. Namun kita juga harus tahu kepada siapa cinta kita itu ditujukan dan cinta yang mana yang harus diprioritaskan. Menurut Ibnu Qayyim dalam bukunya yang berjudul "Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu", ada enam tingkatan cinta yakni:
1. Tatayyum
Ini adalah tingkatan cinta yang paling tinggi dan merupakan hak Allah subhanhu wa ta'ala. Allahlah yang paling utama tiada tandingan tak ada bandingan. Posisinya tidak boleh digeser menjadi nomor dua atau bahkan tiga.Cinta kita kepada-Nya harus menjadi puncak dari segala cinta yang kita miliki.
Allah Ta'ala berfirman :
قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Imran:31)
Baca juga: Penyakit Cinta Dunia dan Ciri-cirinya
2. 'Isyk
Cinta ini hanya merupakan hak Rasulullah Shallallau alaihi wa sallam. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dan lain-lain. Namun, bukan untuk menghambakan diri kepadanya. Kita mencintai Rasulullah dengan segenap konsekuensinya. Kita akan dengan bangga menjalankan sunnah-sunnahnya dan mengkuti petunjuknya dalam mengamalkan agama ini.
Dalam kehidupan manusia cinta muncul dalam berbagai hal. Seperti mencintai harta, wanita dan kedudukan. Namun kita juga harus tahu kepada siapa cinta kita itu ditujukan dan cinta yang mana yang harus diprioritaskan. Menurut Ibnu Qayyim dalam bukunya yang berjudul "Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu", ada enam tingkatan cinta yakni:
1. Tatayyum
Ini adalah tingkatan cinta yang paling tinggi dan merupakan hak Allah subhanhu wa ta'ala. Allahlah yang paling utama tiada tandingan tak ada bandingan. Posisinya tidak boleh digeser menjadi nomor dua atau bahkan tiga.Cinta kita kepada-Nya harus menjadi puncak dari segala cinta yang kita miliki.
Allah Ta'ala berfirman :
قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Imran:31)
Baca juga: Penyakit Cinta Dunia dan Ciri-cirinya
2. 'Isyk
Cinta ini hanya merupakan hak Rasulullah Shallallau alaihi wa sallam. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dan lain-lain. Namun, bukan untuk menghambakan diri kepadanya. Kita mencintai Rasulullah dengan segenap konsekuensinya. Kita akan dengan bangga menjalankan sunnah-sunnahnya dan mengkuti petunjuknya dalam mengamalkan agama ini.
Lihat Juga :