Kisah Sufi

Fariduddin Attar: Membakar Diri Demi Dia

loading...
Fariduddin Attar: Membakar Diri Demi Dia
Laron dan lilin, Fariduddin Attar bilang selama kau masih memperdulikan jiwa dan ragamu, bagaimana kau mampu mengenal Dia yang kau cinta? (Foto/Ilustrasi:Ist)
Salah satu tokoh sufi terbesar, Fariduddin Attar , bercerita; "Pada suatu malam, sekelompok laron berkumpul bersama. Mereka bercerita tentang kerinduan yang menyiksa; keinginan untuk bergabung dengan cahaya sebuah lilin. Semua berkata, “Kita harus temukan seekor laron yang dapat menceritakan lilin yang amat kita dambakan itu.”

Baca juga: Cerita Fariduddin Attar Tentang Pelayan Cantik Nishapur

Salah seekor laron lalu pergi ke sebuah puri dan melihat seberkas cahaya lilin di dalamnya. Ia kembali dan bercerita tentang apa yang ia telah lihat. Tapi seekor laron yang bijak, pemimpin kelompok itu, hanya berkata, “Ia tak punya berita yang sesungguhnya tentang lilin itu.”

Seekor laron yang lain pergi menuju puri itu dan terbang mendekati cahaya lilin, bergerak ke arahnya, dan menyentuh sedikit nyala api dengan sayapnya.

Setelah itu, ia kembali ke kelompoknya dan menjelaskan tentang penyatuan dirinya dengan lilin itu. Tapi si laron bijak lalu berkata lagi, “Penjelasanmu tak lebih berarti dari penjelasan laron sebelum kamu.”

Laron ketiga bangkit, dan melemparkan dirinya ke arah nyala lilin. Ia mendorong dirinya ke depan lilin dan mengarahkan sungutnya kepada api. Begitu seluruh tubuhnya dilalap api, tubuhnya menjadi merah menyala seperti api itu sendiri.

Si laron bijak memandang dari kejauhan dan melihat bahwa lilin itu telah menerima seekor laron tadi sebagai bagian dari dirinya dan memberikan kepada laron itu cahayanya.

Si laron bijak berkata, “Seekor laron itu telah mengetahui apa yang ia capai. Sesuatu yang takkan diketahui laron-laron lainnya.”

Attar menutup kisah ini dengan berkata: "Sebenarnya, hanya orang yang telah meninggalkan pengetahuan akan keberadaan dirinya, yang dapat memiliki pengetahuan akan eksistensi Sang Tercinta.

Selama kau masih memperdulikan jiwa dan ragamu, bagaimana kau mampu mengenal Dia yang kau cinta?

Baca juga: Ibrahim bin Adham Sultan yang Jadi Sufi, Ternyata Pernah Masuk ke Indonesia
(mhy)
cover top ayah
وَزَكَرِيَّاۤ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرۡنِىۡ فَرۡدًا وَّاَنۡتَ خَيۡرُ الۡوٰرِثِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik."

(QS. Al-Anbiya:89)
cover bottom ayah
preload video