Ketabahan Shafiyyah binti Abdul Muthalib Saat Tahu Sang Kakak Dimutilasi

Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:04 WIB
loading...
Ketabahan Shafiyyah...
Shafiyyah binti Abdul Muthalib mencari-cari jasad sang kakak di medan Perang Uhud. Shafiyyah sudah mendengar bahwa Hamzah bin Abdul Muthalib dimutilasi. (Ilustrasi:Ist)
A A A
Shafiyyah binti Abdul Muthalib sangat berduka atas syahidnya sang kakak, Hamzah bin Abdul Muthalib . Ia mencari-cari jasad sang kakak di medan Perang Uhud . Shafiyyah sudah mendengar bahwa Hamzah dimutilasi.

"Kakakku telah dimutilasi dan itu demi Allah (itu hal kecil). Dia telah mendamaikan kita sepenuhnya dengan apa yang telah terjadi. Aku akan tenang dan bersabar, insya Allah," tuturnya.

Baca juga: Akhir Hindun binti Utbah, Si Pemakan Hati Hamzah Bin Abdul Muthalib

Ada beberapa versi tentang kisah Shafiyyah binti Abdul Muthalib dalam merespon syahidnya Hamzah bin Abdul Muthalib ini.

Riwayat Zubair bin Awwam
Zubair bin Awwam sebagaimana dikutip Bazar dari Ahmad dari Abu Yala meriwayatkan:

Seorang wanita datang berlari pada Perang Uhud dan hendak melihat para jenazah, ketika itu Rasulullah saw berseru, “(Hentikan) wanita itu! (Hentikan) wanita itu!”

Rasulullah tidak menghendaki wanita itu melihat para jenazah. Saat itu aku menduga bahwa dia adalah ibuku, Shafiyyah, aku mengejar ke arahnya dan mencapainya sebelum dia sampai kepada para jenazah.

Dia adalah wanita yang kuat dan memukul dadaku sambil berkata, “Menjauhlah dariku. Tanah ini bukan milikmu!”

Aku berkata, “ Rasulullah dengan tegas melarangmu pergi ke sana.”

Dia kemudian menghentikan langkahnya dan mengeluarkan dua lembar kain dan berkata, “Aku telah membawa dua lembar kain ini untuk kakakku, Hamzah. Berita tentang wafatnya sudah sampai kepadaku dan aku ingin engkau menguburnya dengan ini.”

Kami kemudian membawa kain itu untuk menutupi Hamzah, tetapi di sebelahnya ditemukan seorang Ansar yang juga dibunuh dan dimutilasi seperti halnya Hamzah. Karena kami merasa tidak enak untuk menutupi Hamzah dengan dua lembar kain ini, sementara orang Ansar itu tidak memilikinya, kami memutuskan bahwa satu lembar akan digunakan untuk Hamzah dan yang lainnya untuk orang Ansar itu.

Setelah mengukur dua lembar kain itu, kami menemukan yang satu lebih besar dari yang lain. (Untuk memutuskan siapa yang akan memakai lembaran yang mana) kami kemudian menarik undian di antara keduanya dan menutupi masing-masing dengan lembaran yang jatuh ke undiannya.

Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Bersama Roh Para Syuhada di Perut Burung

Sudah Mendengar
Versi lainnya, Ibnu Ishaq dalam bukunya yang berjudul Sirat Rasul Allah, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A Guillaume, The Life of Muhammad juga meriwayatkan:

Menurut apa yang telah disampaikan kepadaku, Shafiyyah binti Abdul Muthalib datang untuk melihatnya (Hamzah). Dia adalah saudara kandungnya (Hamzah) dan Nabi berkata kepada putranya, al-Zubair bin al-Awwam, “Temui dia dan bawa dia kembali sehingga dia tidak melihat apa yang telah terjadi kepada kakaknya.”

Dia berkata kepadanya, “Ibu, Nabi memerintahkanmu untuk kembali.”

Dia berkata, “Mengapa? Aku telah mendengar bahwa kakakku telah dimutilasi dan itu demi Allah (itu hal kecil). Dia telah mendamaikan kita sepenuhnya dengan apa yang telah terjadi. Aku akan tenang dan bersabar, insya Allah.”

Ketika Zubair kembali kepada Nabi dan melaporkan hal ini kepada beliau, dia menyuruhnya untuk meninggalkannya sendirian; jadi dia datang dan melihat Hamzah dan berdoa untuknya dan berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun,” dan dia meminta pengampunan Allah untuknya. Kemudian Nabi memerintahkan agar dia dikuburkan.

Keluarga Abdullah bin Jahsy , yang merupakan putra dari Umaimah binti Abdul Muthalib, Hamzah adalah pamannya dari pihak ibu, dan dia telah dimutilasi dengan cara yang sama seperti Hamzah kecuali hatinya belum diambil, menegaskan bahwa Nabi telah menguburkannya (Abdullah bin Jahsy) di kuburan yang sama dengan Hamzah; tetapi aku mendengar riwayat itu hanya dari keluarganya.

Baca juga: Kaki Jasad Hamzah bin Abdul Muthalib Berdarah Saat Terkena Cangkul

Riwayat Abdullah bin Abbas
Di sisi lain, dalam versi lainnya datang dari Abdullah bin Abbas. Ia meriwayatkan:

Ketika Hamzah terbunuh, (adik perempuannya) Shafiyyah, tanpa mengetahui apa yang telah terjadi, datang mencarinya.

Ketika dia bertemu (keponakannya) Ali (bin Abi Thalib) dan (putranya) Zubair (bin Awwam), Ali berkata kepada Zubair, “Katakan pada ibumu (bahwa kakaknya telah terbunuh).”

“Tidak,” jawab Zubair, “Engkau saja yang ke sana dan katakan kepada bibimu.”

“Bagaimana kabar Hamzah?” tanya Shafiyyah.

Kedua lelaki itu di depannya terlihat seperti tidak tahu apa-apa. Dia kemudian mendekati (keponakannya) Rasulullah SAW, yang berkata, “Aku khawatir dengan kejiwaannya (jika dia tahu yang sebenarnya).”

Rasulullah meletakkan tangannya di dadanya dan berdoa. (Kemudian ketika beliau memberitahunya) dia menangis sambil berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.”

Rasulullah kemudian berdiri di dekat jenazah yang telah dimutilasi itu dan berkata, “Jika bukan karena ini akan menyebabkan wanita kami bersedih, aku tidak akan menguburkannya dan akan meninggalkannya dalam kondisi ini sehingga Allah akan membangkitkan dia dari perut hewan liar dan burung pemangsa.”

Setelah itu Rasulullah memberi instruksi agar semua syuhada didatangkan dan beliau mulai melakukan salat jenazah untuk mereka. Sembilan jenazah dibawa dan dibaringkan di samping Hamzah. Rasulullah melakukan salat dengan tujuh takbir. Jenazah-jenazah tersebut kemudian dibawa pergi sementara Hamzah ditinggalkan.

Setelah itu, sembilan jenazah lainnya dibawa dan Rasulullah melakukan salat jenazah untuk mereka dengan tujuh takbir. Jenazah-jenazah ini kemudian dibawa pergi, sedangkan Hamzah ditinggalkan.

Sekali lagi, sembilan jenazah lainnya dibawa dan Rasulullah melakukan salat jenazah untuk mereka dengan tujuh takbir juga. Jenazah-jenazah ini kemudian dibawa pergi, sedangkan Hamzah ditinggalkan. Hal ini terus berlanjut sampai Rasulullah telah melakukan salat jenazah untuk mereka semua. (HR Hakim)

Masih berkaitan dengan salat jenazah Rasulullah untuk syuhada Uhud, Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas:

Diriwayatkan kepadaku bahwa Nabi memerintahkan agar Hamzah dibungkus dengan mantel; kemudian beliau mensalatkannya dan berkata “Allahu Akbar” tujuh kali. Kemudian para jenazah dibawa dan ditempatkan di samping Hamzah dan beliau mensalatkan mereka semua sampai beliau salat tujuh puluh dua kali.

Ibnu Ishaq meriwayatkan:

Membahas tentang kesyahidan Hamzah, diriwayatkan bahwa ketika Shafiyyah binti Abdul Muthalib datang menemui kakaknya, Zubair menemuinya sambil berkata, “Wahai ibu! Ini adalah perintah dari Rasulullah bahwa engkau mesti kembali.”

Dia berkata, “Mengapa aku mesti (kembali)? Aku telah mendengar bahwa tubuh kakakku telah dimutilasi. Ini terjadi karena Allah dan kami ridha dengan itu (dengan keputusan Allah). Aku pasti akan bersabar dan berharap untuk mendapatkan pahala dari Allah.”

Ketika Zubair melaporkan perkataannya kepada Rasulullah, Rasulullah berkata, “Biarkan dia.”

Dia kemudian pergi ke tubuh Hamzah dan berdoa untuk pengampunannya. Rasulullah kemudian memberikan perintah agar dia dimakamkan. (Diriwayatkan tanpa sanad oleh Ibnu Ishaq).

Baca juga: Wahsyi bin Harb: Budak Pembunuh Hamzah, Gagak Hitam yang Dibenci Kaum Muslim
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Rekomendasi
Myanmar dan Bangladesh...
Myanmar dan Bangladesh Diminta Bersiap Hadapi Topan Mocha Hari Minggu Ini
Kuburan Muslim dari...
Kuburan Muslim dari Abad ke-8 Ditemukan di Prancis
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Artikel Terkini
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Quran tentang Kekayaan, Panduan Mencari dan Mengelola Harta Halal
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Kapan Harta Menjadi...
Kapan Harta Menjadi Tercela? Ini Sikap yang Menyebabkannya
Pandangan Islam tentang...
Pandangan Islam tentang Harta: Benarkah Kaya Lebih Baik daripada Miskin?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved