Ibrahim bin Adham: Kedermawanan dan Pengorbanan Demi Sang Teman
Rabu, 06 Oktober 2021 - 16:14 WIB
loading...
Ibrahim bin Adham adalah sufi yang amat dermawan. Ia senantiasa memikirkan teman-teman di sekitarnya. (Ilustrasi ; Ist)
A
A
A
Tokoh sufi legendaris, Ibrahim bin Adham terkenal amat dermawan. Seluruh pengasilan hasil kerjanya diberikan kepada teman-temannya. Ia menjual keledainya dan duit hasil penjualan keledai itu diberikan kepada sang teman. Tak berhenti di sini. Ia menggendong sang teman itu untuk melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Ketika Ibrahim bin Adham Menangis Pilu dan Tiket Masuk Surga
Farid al-Din Attar dalam bukunya berjudulTadhkirat al-Auliya’ dan diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh A. J. Arberry menjadi Muslim Saints and Mystics mengangkat kisah yang disampaikan Sahl bin Ibrahim.
Sahl bin Ibrahim berkisah:
Aku melakukan perjalanan dengan Ibrahim-e Adham (“e” biasanya digunakan oleh orang-orang Persia, maknanya sama dengan “bin”, yang berarti “putra”), dan dalam perjalanan aku jatuh sakit.
Dia menjual semua yang dia miliki dan membelanjakannya untukku. Aku memohon kepadanya sesuatu, dan dia menjual keledainya dan menghabiskan hasil penjualannya untukku.
“Di mana keledainya?” aku bertanya ketika telah membaik.
“Aku menjualnya,” jawabnya.
“Apa yang harus aku naiki?” aku bertanya.
“Saudaraku,” jawab Ibrahim, “ayo, naiklah ke punggungku.”
Dan dia mengangkatku ke punggungnya dan menggendongku selama tiga tahap (perjalanan).
Baca juga: Kisah Detik-Detik Awal Perjalanan Spiritual Ibrahim bin Adham
Setiap hari Ibrahim pergi bekerja menawarkan jasanya dan bekerja sampai malam. Semua penghasilannya dia habiskan untuk teman-temannya. Tetapi dia baru kembali kepada teman-temannya setelah melaksanakan sholat magrib dan membeli sesuatu (makanan untuk teman-temannya), dan itu sudah terlalu malam.
Baca juga: Ketika Ibrahim bin Adham Menangis Pilu dan Tiket Masuk Surga
Farid al-Din Attar dalam bukunya berjudulTadhkirat al-Auliya’ dan diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh A. J. Arberry menjadi Muslim Saints and Mystics mengangkat kisah yang disampaikan Sahl bin Ibrahim.
Sahl bin Ibrahim berkisah:
Aku melakukan perjalanan dengan Ibrahim-e Adham (“e” biasanya digunakan oleh orang-orang Persia, maknanya sama dengan “bin”, yang berarti “putra”), dan dalam perjalanan aku jatuh sakit.
Dia menjual semua yang dia miliki dan membelanjakannya untukku. Aku memohon kepadanya sesuatu, dan dia menjual keledainya dan menghabiskan hasil penjualannya untukku.
“Di mana keledainya?” aku bertanya ketika telah membaik.
“Aku menjualnya,” jawabnya.
“Apa yang harus aku naiki?” aku bertanya.
“Saudaraku,” jawab Ibrahim, “ayo, naiklah ke punggungku.”
Dan dia mengangkatku ke punggungnya dan menggendongku selama tiga tahap (perjalanan).
Baca juga: Kisah Detik-Detik Awal Perjalanan Spiritual Ibrahim bin Adham
Setiap hari Ibrahim pergi bekerja menawarkan jasanya dan bekerja sampai malam. Semua penghasilannya dia habiskan untuk teman-temannya. Tetapi dia baru kembali kepada teman-temannya setelah melaksanakan sholat magrib dan membeli sesuatu (makanan untuk teman-temannya), dan itu sudah terlalu malam.
Lihat Juga :