Tangis Pilu Rasulullah SAW Setelah Melihat Jenazah Hamzah yang Dimutilasi
Kamis, 07 Oktober 2021 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah kemudian bertanya, “Apakah tidak ada kafan?”
Salah seorang Ansar berdiri dan menghamparkan selendang ke tubuhnya. Setelah itu, Rasulullah bersabda, “Di hadapan Allah, Hamzah akan menjadi pemimpin dari seluruh syuhada pada Hari Qiyamah.” (HR Hakim dibenarkan oleh Dhahabi, dalam Hazrat Maulana Muhammad Yusuf Kandehelvi, The Lives of The Sahabah (Hayatus Sahabah).
Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Bersama Roh Para Syuhada di Perut Burung
Muhammad bin Abdul Wahhab, Mukhtasar Seerat ur Rasool dalam Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury menyebutkan Ibnu Masud juga meriwayatkan, “Kami tidak pernah melihat Rasulullah SAW dalam keadaan menangis lebih sesenggukan daripada tangisnya atas Hamzah bin Abdul Muthalib. Beliau memeluknya, kemudian berdiri di sampingnya. Beliau menangis lagi hingga terisak-isak.”
Khabbab bin Arat meriwayatkan, “Aku menyaksikan pemakaman Hamzah ketika kami tidak dapat menemukan apa pun untuk menutupi tubuhnya selain sehelai selendang. Namun, (selendang itu sangat kecil) ketika kami menutupi kakinya, kepalanya akan terlihat, dan ketika kami menutupi wajahnya, kakinya yang akan terlihat. Kami akhirnya menutupi kepalanya dan meletakkan rumput idhkhir di atas kakinya.”
Sedangkan Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulullah berdiri di dekat tubuh Hamzah bin Abdul Muthalib ketika dia syahid, pemandangan itu lebih menyakitkan dari yang pernah dia saksikan karena tubuhnya telah dimutilasi dengan kejam.
Rasulullah mengucapkan kata-kata yang kurang lebih seperti ini, “Semoga Allah menghujani rahmat-Nya kepadamu. Setahuku, engkau adalah orang yang menjaga ikatan kekeluargaan dan selalu melakukan perbuatan baik.
“Demi Allah! Jika bukan karena itu akan menyebabkan duka tambahan bagi keluargamu, aku lebih suka meninggalkanmu dalam kondisi ini agar Allah membangkitkanmu dari perut hewan liar (yang akan memakan jenazahmu).”
Rasulullah kemudian menambahkan, “Camkan ini! Aku bersumpah demi Allah untuk membalaskan dendammu, aku akan memutilasi tujuh puluh orang kafir seperti yang telah mereka lakukan kepadamu.”
Saat itulah Jibril datang dengan ayat berikut ini:
Salah seorang Ansar berdiri dan menghamparkan selendang ke tubuhnya. Setelah itu, Rasulullah bersabda, “Di hadapan Allah, Hamzah akan menjadi pemimpin dari seluruh syuhada pada Hari Qiyamah.” (HR Hakim dibenarkan oleh Dhahabi, dalam Hazrat Maulana Muhammad Yusuf Kandehelvi, The Lives of The Sahabah (Hayatus Sahabah).
Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Bersama Roh Para Syuhada di Perut Burung
Muhammad bin Abdul Wahhab, Mukhtasar Seerat ur Rasool dalam Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury menyebutkan Ibnu Masud juga meriwayatkan, “Kami tidak pernah melihat Rasulullah SAW dalam keadaan menangis lebih sesenggukan daripada tangisnya atas Hamzah bin Abdul Muthalib. Beliau memeluknya, kemudian berdiri di sampingnya. Beliau menangis lagi hingga terisak-isak.”
Khabbab bin Arat meriwayatkan, “Aku menyaksikan pemakaman Hamzah ketika kami tidak dapat menemukan apa pun untuk menutupi tubuhnya selain sehelai selendang. Namun, (selendang itu sangat kecil) ketika kami menutupi kakinya, kepalanya akan terlihat, dan ketika kami menutupi wajahnya, kakinya yang akan terlihat. Kami akhirnya menutupi kepalanya dan meletakkan rumput idhkhir di atas kakinya.”
Sedangkan Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulullah berdiri di dekat tubuh Hamzah bin Abdul Muthalib ketika dia syahid, pemandangan itu lebih menyakitkan dari yang pernah dia saksikan karena tubuhnya telah dimutilasi dengan kejam.
Rasulullah mengucapkan kata-kata yang kurang lebih seperti ini, “Semoga Allah menghujani rahmat-Nya kepadamu. Setahuku, engkau adalah orang yang menjaga ikatan kekeluargaan dan selalu melakukan perbuatan baik.
“Demi Allah! Jika bukan karena itu akan menyebabkan duka tambahan bagi keluargamu, aku lebih suka meninggalkanmu dalam kondisi ini agar Allah membangkitkanmu dari perut hewan liar (yang akan memakan jenazahmu).”
Rasulullah kemudian menambahkan, “Camkan ini! Aku bersumpah demi Allah untuk membalaskan dendammu, aku akan memutilasi tujuh puluh orang kafir seperti yang telah mereka lakukan kepadamu.”
Saat itulah Jibril datang dengan ayat berikut ini:
Lihat Juga :