5 Amalan Wanita Haid yang Mendatangkan Pahala
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 17:12 WIB
loading...
Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan wanita yang tengah haid yang bisa mendatangkan pahala. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Wanita yang tengah mengalami haid , dilarang melaksanakan shalat dan puasa. Akan tetapi masih boleh melakukan amalan lain yang dapat mendatangkan pahala. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan wanita yang tengah berhadas ini, yakni:
1. Berzikir
Menurut pendapat yang kuat, wanita haid dan junub boleh berzikir dan membaca Al-Qur'an. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah dan pendapat yang terkenal dari Asy-Syafi'i dan Ahmad.
Baca juga: Wajibkah Wanita Haid Mengganti Shalat?
Pendapat ini diperkuat oleh riwayat Ummu 'Athiyyah yang menyatakan, "Kami diperintahkan agar keluar rumah pada hari raya, sehingga kami membawa anak-anak gadis bahkan wanita-wanita yang haid dan menempatkan mereka di belakang kaum muslimin (yang mengikuti salat Ied). Mereka ikut mengucapkan takbir dan berdoa seperti kaum muslimin serta mengaharpkan berkah dan kesucian hari raya tersebut," (HR Bukhari, Muslim dan Abu Daud)
Dalam hadis ini disebutkan bahwa perempuan yang haid ikut mengucapkan takbir dan berzikir kepada Allah Ta'ala. Hadis lain yang mendukung pendapat ini adalah pernyataan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kepada Aisyah radhiyallahu'anhu ketika sedang haid. "Lakukanlah semua amalan yang dikerjakan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji".
2. Sujud tilawah (ketika membaca ayat sajdah)
Perempuan yang sedang haid tidak dilarang melakukan sujud tilawah ketika mendengar ayat sajdah, karena sujud bukanlah shalat sehingga tidak disyaratkan harus suci.
Dalam kitab Shahih al-Bukhari dinayatakan bahwa Rasulullah membaca surat An-Najm lalu sujud, maka saat itu juga sujudlah semua kaum muslimin, orang-orang musyrik, jin dan manusia. "Tentu terlalu berlebihan jika ada yang menyatakan bahwa semua yang sujud saat itu memiliki wudhu. Selain itu sujud tilawah tidak sama dengan salat, sehingga syaratnya tidak sama dengan syarat salat. Pendapat ini dinyatakan oleh Az-Zuhri dan Abu Qatadah sebagaimana diungkapkan dalam Mushannaf Abdurrajaq.
Baca juga: Beberapa Kesalahan Berjimak yang Sering Dilalaikan
1. Berzikir
Menurut pendapat yang kuat, wanita haid dan junub boleh berzikir dan membaca Al-Qur'an. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah dan pendapat yang terkenal dari Asy-Syafi'i dan Ahmad.
Baca juga: Wajibkah Wanita Haid Mengganti Shalat?
Pendapat ini diperkuat oleh riwayat Ummu 'Athiyyah yang menyatakan, "Kami diperintahkan agar keluar rumah pada hari raya, sehingga kami membawa anak-anak gadis bahkan wanita-wanita yang haid dan menempatkan mereka di belakang kaum muslimin (yang mengikuti salat Ied). Mereka ikut mengucapkan takbir dan berdoa seperti kaum muslimin serta mengaharpkan berkah dan kesucian hari raya tersebut," (HR Bukhari, Muslim dan Abu Daud)
Dalam hadis ini disebutkan bahwa perempuan yang haid ikut mengucapkan takbir dan berzikir kepada Allah Ta'ala. Hadis lain yang mendukung pendapat ini adalah pernyataan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kepada Aisyah radhiyallahu'anhu ketika sedang haid. "Lakukanlah semua amalan yang dikerjakan oleh orang yang melaksanakan ibadah haji".
2. Sujud tilawah (ketika membaca ayat sajdah)
Perempuan yang sedang haid tidak dilarang melakukan sujud tilawah ketika mendengar ayat sajdah, karena sujud bukanlah shalat sehingga tidak disyaratkan harus suci.
Dalam kitab Shahih al-Bukhari dinayatakan bahwa Rasulullah membaca surat An-Najm lalu sujud, maka saat itu juga sujudlah semua kaum muslimin, orang-orang musyrik, jin dan manusia. "Tentu terlalu berlebihan jika ada yang menyatakan bahwa semua yang sujud saat itu memiliki wudhu. Selain itu sujud tilawah tidak sama dengan salat, sehingga syaratnya tidak sama dengan syarat salat. Pendapat ini dinyatakan oleh Az-Zuhri dan Abu Qatadah sebagaimana diungkapkan dalam Mushannaf Abdurrajaq.
Baca juga: Beberapa Kesalahan Berjimak yang Sering Dilalaikan
Lihat Juga :