Abu Dzar al-Ghifari (4): Ketika Suriah Berubah Jadi Sel-Sel Lebah yang Temukan Ratunya
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai respons terhadap surat pengaduan tersebut, Ustman mengirim surat meminta Abu Dzar agar menghadapnya di Madinah. Abu Dzar menurut, dia berkemas dan menyingsingkan kaki celananya dan berangkat ke Madinah.
Pada hari keberangkatannya dia diantar oleh khalayak ramai yang mengucapkan selamat jalan. Ini merupakan suatu peristiwa yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Baca juga: Kisah Teguran Nabi SAW kepada Abu Dzar: Tiada Manusia yang Sempurna Imannya
Keputusan Khalifah Utsman
Tibalah Abu Dzar di Madinah atas panggilan Utsman bin Affan. Sebelumnya Utsman telah mendapatkan informasi bahwa Abu Dzar mendapat dukungan dari masyarakat banyak. Utsman berpendapat bahwa apa yang dilakukan Abu Dzar berbahaya dan dapat menimbulkan gejolak politik yang tidak menentu. Terhadap hal tersebut, Utsman memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikannya.
Di depan sahabat-sahabatnya Utsman berkata kepada Abu Dzar, “tinggallah di sini di sampingku, disediakan bagimu unta yang gemuk, yang akan mengantarkan susu pagi dan sore.”
“Aku tak perlu akan dunia tuan-tuan!” jawab Abu Dzar.
Selanjutnya Abu Dzar bertanya kepada Ustman: “Katakan kepadaku ke mana aku harus pergi. Apakah aku harus pergi ke hutan?”
“Tidak,” jawab Utsman. “Baiklah, aku memberimu perintah untuk pergi ke Rabzah.”
“Allah Maha Besar! Nabi suci telah mengatakan dengan benar bahwa semua ini akan terjadi,” jawab Abu Dzar.
“Apa yang Nabi katakan?” tanya Utsman.
“Beliau mengatakan bahwa aku akan disuruh pergi dari Madinah….Tinggal di tempat sunyi di Rabzah, di mana aku akan mati dan akan dikubur oleh sekelompok orang Irak yang menuju Hijaz.”
Setelah percakapan tersebut, sebagaimana dikisahkan oleh A’tham Kufi, Utsman berkata, “bangkit dan pergilah ke Rabzah. Tinggallah di sana dan jangan pergi ke mana pun.”
Kemudian Utsman memerintahkan Marwan untuk memberikan unta kepada Abu Dzar yang akan digunakan sebagai alat transportasi menuju Rabzah. (Bersambung)
Baca juga: Abu Dzar Al Ghifari, Anak, dan Istrinya Tewas Mengenaskan di Pembuangan
Pada hari keberangkatannya dia diantar oleh khalayak ramai yang mengucapkan selamat jalan. Ini merupakan suatu peristiwa yang belum pernah disaksikan sebelumnya.
Baca juga: Kisah Teguran Nabi SAW kepada Abu Dzar: Tiada Manusia yang Sempurna Imannya
Keputusan Khalifah Utsman
Tibalah Abu Dzar di Madinah atas panggilan Utsman bin Affan. Sebelumnya Utsman telah mendapatkan informasi bahwa Abu Dzar mendapat dukungan dari masyarakat banyak. Utsman berpendapat bahwa apa yang dilakukan Abu Dzar berbahaya dan dapat menimbulkan gejolak politik yang tidak menentu. Terhadap hal tersebut, Utsman memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikannya.
Di depan sahabat-sahabatnya Utsman berkata kepada Abu Dzar, “tinggallah di sini di sampingku, disediakan bagimu unta yang gemuk, yang akan mengantarkan susu pagi dan sore.”
“Aku tak perlu akan dunia tuan-tuan!” jawab Abu Dzar.
Selanjutnya Abu Dzar bertanya kepada Ustman: “Katakan kepadaku ke mana aku harus pergi. Apakah aku harus pergi ke hutan?”
“Tidak,” jawab Utsman. “Baiklah, aku memberimu perintah untuk pergi ke Rabzah.”
“Allah Maha Besar! Nabi suci telah mengatakan dengan benar bahwa semua ini akan terjadi,” jawab Abu Dzar.
“Apa yang Nabi katakan?” tanya Utsman.
“Beliau mengatakan bahwa aku akan disuruh pergi dari Madinah….Tinggal di tempat sunyi di Rabzah, di mana aku akan mati dan akan dikubur oleh sekelompok orang Irak yang menuju Hijaz.”
Setelah percakapan tersebut, sebagaimana dikisahkan oleh A’tham Kufi, Utsman berkata, “bangkit dan pergilah ke Rabzah. Tinggallah di sana dan jangan pergi ke mana pun.”
Kemudian Utsman memerintahkan Marwan untuk memberikan unta kepada Abu Dzar yang akan digunakan sebagai alat transportasi menuju Rabzah. (Bersambung)
Baca juga: Abu Dzar Al Ghifari, Anak, dan Istrinya Tewas Mengenaskan di Pembuangan
(mhy)
Lihat Juga :