Kisah Shahabiyah Nabi: Laila Al-Ghifariyah Perawat Cilik di Medan Perang
Minggu, 17 Oktober 2021 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
"Bersihkan dirimu, ambil air satu bejana beri garam, lalu bersihkan pelana yang terkena darah. Setelah itu kembalilah ke tempat dudukmu semula," kata Nabi.
Nabi tetap bersikap tenang, membiarkan Laila bersama beliau untuk membuktikan bahwa ia istimewa diantara kaum wanita. Nabi berhasil menundukkan Khaibar dan pulang dengan membawa sejumlah harta ghanimah, dan memberikan sebagiannya kepada kaum wanita Ghifar.
Laila mendapat seuntai kalung pemberian Nabi. Beliau sendiri yang mengalungkan ke lehernya, bukti bahwa beliau mencintai, menghormati dan memberi semangat gadis itu.
Bagi Laila, bukan kalung indah itu yang membuatnya bahagia, melainkan sikap beliau yang luar biasa kepadanya. Laila tak pernah melepaskan kalung agar tidak hilang. Dan setiap bersuci dari haid, ia tidak pernah lupa mencampur air bersuci itu dengan garam.
Laila pun tumbuh dewasa. Ia mengabdi kepada Islam dengan kemampuan yang bisa ia berikan. Ketika dalam keadaan sekarat, ia berwasiat agar setelah meningal ia dimandikan dengan air campuran garam, dan kalung pemberian Nabi itu dikuburkan bersamanya.
Baca Juga: Furai'ah, Shahabiyah Periwayat Hadis yang Langsung dari Rasulullah
Nabi tetap bersikap tenang, membiarkan Laila bersama beliau untuk membuktikan bahwa ia istimewa diantara kaum wanita. Nabi berhasil menundukkan Khaibar dan pulang dengan membawa sejumlah harta ghanimah, dan memberikan sebagiannya kepada kaum wanita Ghifar.
Laila mendapat seuntai kalung pemberian Nabi. Beliau sendiri yang mengalungkan ke lehernya, bukti bahwa beliau mencintai, menghormati dan memberi semangat gadis itu.
Bagi Laila, bukan kalung indah itu yang membuatnya bahagia, melainkan sikap beliau yang luar biasa kepadanya. Laila tak pernah melepaskan kalung agar tidak hilang. Dan setiap bersuci dari haid, ia tidak pernah lupa mencampur air bersuci itu dengan garam.
Laila pun tumbuh dewasa. Ia mengabdi kepada Islam dengan kemampuan yang bisa ia berikan. Ketika dalam keadaan sekarat, ia berwasiat agar setelah meningal ia dimandikan dengan air campuran garam, dan kalung pemberian Nabi itu dikuburkan bersamanya.
Baca Juga: Furai'ah, Shahabiyah Periwayat Hadis yang Langsung dari Rasulullah
(rhs)
Lihat Juga :