Muhammad Ali Pasha (2): Penakluk Dinasti Saud sampai Ottoman

Minggu, 31 Oktober 2021 - 09:19 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Pertempuran Piramida, Ketika Kaisar Napoleon Taklukkan Mamluk dan Kuasai Kairo

Menaklukkan Sudan
Sedang Muhammad Ali sendiri, mulai mengalihkan perhatiannya untuk menaklukkan Sudan. Ekspedisi ini kali, bukan atas perintah Sultan, tapi atas inisiatifnya sendiri.

Di Sudan ia meraih sukses yang luar biasa hanya dalam 2 tahun (1822-23). Di wilayah ini ia mendapatkan emas dan budak yang kemudian diboyongnya ke Mesir. Dan tentu saja seluruh wilayah Sudan –yang luasnya dua kali lipat lebih besar dari Mesir – sejak saat itu berada di bawah kekuasaannya.

Tugas selanjutnya yang Muhammad Ali dapatkan dari Sultan Ottoman adalah memadamkan pemberontakan di Kreta, Siprus dan daratan Yunani. Untuk ini tugas kali ini, Muhammad Ali menerjunkan 16.000 tentara, 100 kapal angkut dan 63 kapal pengawal.

Ini adalah armada elit Mesir. Kabarnya, Muhammad Ali sudah mengelontorkan banyak biaya untuk membangun pasukan elit ini. Pasukan tersebut dipimpin langsung oleh putranya, Ibrahim Pasha. Tapi berbeda dari pertempuran sebelumnya, dalam pertempuran ini kali, pasukan Mesir berada di bawah komando perwira dari Ottoman, Muharram Bey yang juga membawa sejumlah pasukan dari Ottoman.

Sedangkan di Eropa, kekuatan inti di sana bersekutu untuk melindungi Yunani dari invasi Ottoman. Inggris, Perancis dan Rusia sudah menyiapkan armada khusus untuk menghadapi pasukan Ottoman, di bawah komando Admiral Edward.

Pada tanggal 20 Oktober 1827, pertempuran antarkekuatan besar ini terjadi di Navario. Sebagian sejarawan menganggap bahwa inilah pertempuran besar terakhir yang terjadi di laut.

Dua kekuatan laut, dengan kesiapan optimal, bertemu dan saling menghancurkan dalam skala besar. Hasil akhir pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan sekutu Eropa. Adapun pasukan Ottoman, khususnya pasukan elit Mesir, hancur dan berhasil dipukul mundur.

Tapi bagi Muhammad Ali, kekalahan itu bukan sesuatu yang menyakitkan. Ia hanya memikirkan hancurnya armada dan pasukan elit yang sudah dibangunnya dengan biaya mahal.

Atas kerugian ini, ia menuntut ganti rugi pada Ottoman, yaitu wilayah Suriah dan Mediterania. Sebuah tuntutan yang jelas-jelas berani dari seorang gubernur pada atasannya. Tapi tuntutan ini ditanggapi dingin oleh Sultan Ottoman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Rekor! Adahi Bagikan...
Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Letjen Al Bassami: Seluruh...
Letjen Al Bassami: Seluruh Sistem Siap Amankan Haji 2026
Pengamanan Haji 2026...
Pengamanan Haji 2026 di Arab Saudi Gunakan Teknologi Modern hingga AI
Menjejak Tanah Suci...
Menjejak Tanah Suci Jelang Puncak Haji 2026, Merasakan Layanan Optimal Pemerintah Saudi
Rekomendasi
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Takut Terkena Kutukan,...
Takut Terkena Kutukan, Ilmuwan Pakai Robot Ungkap Tempat Misterius di Piramida Giza
Ahli Sains Prediksi...
Ahli Sains Prediksi Donald Trump Bisa Serang Greenland
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved