Kisah Arisa, Mualaf dari Jepang (2): Mulanya Pakaian Seksi, Berjilbab, Lalu Bercadar
Selasa, 02 November 2021 - 14:08 WIB
loading...
A
A
A
"Saya memeriksa CV Anda dan melakukan sedikit riset tentang agama Anda. Saya mendengar itu disebut hijab. Saya khawatir jilbab Anda akan memberi kesan kepada orang-orang bahwa ini adalah tempat religius.
Kami percaya orang bebas untuk percaya pada agama apa pun, tetapi kami tidak mendukung satu agama tertentu. Kami memiliki klien yang beragama Islam, tetapi mereka tidak mengenakan jilbab. Jadi, ini pertama kalinya saya melihat seseorang mengenakan itu."
Arisa kepada manager itu berkata: “Saya tidak bisa berhijab dan sholat tepat waktu di perusahaan saya sebelumnya, jadi saya berhenti dari pekerjaan. Ini adalah ajaran agama saya dan juga identitas saya sebagai seorang muslimah.
Oleh karena itu, saya tidak bisa lewati sholatku, buka jilbabku dan ubah gayaku. Jika ini masalah bagimu, aku tidak akan bekerja di sini dan aku akan mencari pekerjaan lain."
Setelah wawancana ini, Arisa melajutkan ceritanya, manager itu menghubungi dirinya untuk menawarkan pekerjaan.
Pada saat ia mulai bekerja, manager itu selalu memuji Arisa tentang jilbab dan gayanya. Manager itu mengatakan hijab itu sangat indah. "Aku sangat menyukai kenyataan bahwa kamu memiliki kemauan yang kuat," ujar sang manager.
Arisa berpendapat sang manager menyukai kenyataan bahwa dirinya tidak akan mengubah agamanya untuk orang lain. "Itulah mengapa dia menawari saya pekerjaan," tutur Arisa.
Arisa bercerita bahwa dalam masyarakat minoritas muslim, ada tekanan diam-diam bagi umat Islam untuk menyesuaikan diri dengan non-muslim. "Namun, sebagai seorang muslimah, saya percaya bahwa tidak ada yang harus kita patuhi lebih dari perintah Allah SWT. Juga, jika Anda selalu mengikuti perintah Allah apapun yang terjadi, mereka akan tahu Anda serius dan mereka akan menghormati Anda dan agama Anda," ujarnya.
Arisa mengatakan, pelajaran yang dipetik dari pengalaman ini adalah pentingnya tabah dan doa, selalu memilih jalan karena Allah SWT dan mensyukuri semua yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.
Baca juga: Jadi Mualaf, Bule Ini Hampir Dibunuh dan Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa
Arisa Masa Lalu
Arisa mengenal Islam ketika kuliah di sebuah universitas di Jepang. Ia mengambil jurusan Bahasa Malaysia atau Melayu. Setahun kuliah, masih banyak kata yang tidak bisa ia pahami. "Kata-kata itu terkait dengan Islam, semisal alhamdulillah, insyaAllah, dan lainnya," tutur Arisa.
Lantaran itulah, Arisa memutuskan mengambil studi Islam dengan maksud lebih memahami Bahasa Malaysia. Februari 2014, ujar Arisa, adalah momen ketika dirinya pertama kali masuk masjid dan memakai Jilbab.
Kala itu, teman-teman Arisa dari Malaysia mengundangnya hadir di masjid Tokyo Camii. "Dan itulah pertama kalinya aku menyaksikan teman-temanku melakukan gerakan yang bernama sholat," ujarnya.
Arisa mengaku shock saat melihat itu semua. "Meskipun aku belajar Islam selama 2 tahun, tapi ternyata aku merasa belum tahu apa-apa tentang Islam. Misalnya saja, keherananku tentang sholat dan waktunya yang 5 kali sehari. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa mereka melakukannya," jelasnya.
Arisa mengakui bahwa ia suka mengenakan pakaian seksi ketika bepergian. Tapi entah kenapa, tiba-tiba ia merasa ingin berpakaian lebih tertutup sejak saat itu. Dia menjelaskan ada keinginan dirinya supaya lebih dihormati dan dikenal apa adanya, bukan karena penampilan saja.
Kami percaya orang bebas untuk percaya pada agama apa pun, tetapi kami tidak mendukung satu agama tertentu. Kami memiliki klien yang beragama Islam, tetapi mereka tidak mengenakan jilbab. Jadi, ini pertama kalinya saya melihat seseorang mengenakan itu."
Arisa kepada manager itu berkata: “Saya tidak bisa berhijab dan sholat tepat waktu di perusahaan saya sebelumnya, jadi saya berhenti dari pekerjaan. Ini adalah ajaran agama saya dan juga identitas saya sebagai seorang muslimah.
Oleh karena itu, saya tidak bisa lewati sholatku, buka jilbabku dan ubah gayaku. Jika ini masalah bagimu, aku tidak akan bekerja di sini dan aku akan mencari pekerjaan lain."
Setelah wawancana ini, Arisa melajutkan ceritanya, manager itu menghubungi dirinya untuk menawarkan pekerjaan.
Pada saat ia mulai bekerja, manager itu selalu memuji Arisa tentang jilbab dan gayanya. Manager itu mengatakan hijab itu sangat indah. "Aku sangat menyukai kenyataan bahwa kamu memiliki kemauan yang kuat," ujar sang manager.
Arisa berpendapat sang manager menyukai kenyataan bahwa dirinya tidak akan mengubah agamanya untuk orang lain. "Itulah mengapa dia menawari saya pekerjaan," tutur Arisa.
Arisa bercerita bahwa dalam masyarakat minoritas muslim, ada tekanan diam-diam bagi umat Islam untuk menyesuaikan diri dengan non-muslim. "Namun, sebagai seorang muslimah, saya percaya bahwa tidak ada yang harus kita patuhi lebih dari perintah Allah SWT. Juga, jika Anda selalu mengikuti perintah Allah apapun yang terjadi, mereka akan tahu Anda serius dan mereka akan menghormati Anda dan agama Anda," ujarnya.
Arisa mengatakan, pelajaran yang dipetik dari pengalaman ini adalah pentingnya tabah dan doa, selalu memilih jalan karena Allah SWT dan mensyukuri semua yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.
Baca juga: Jadi Mualaf, Bule Ini Hampir Dibunuh dan Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa
Arisa Masa Lalu
Arisa mengenal Islam ketika kuliah di sebuah universitas di Jepang. Ia mengambil jurusan Bahasa Malaysia atau Melayu. Setahun kuliah, masih banyak kata yang tidak bisa ia pahami. "Kata-kata itu terkait dengan Islam, semisal alhamdulillah, insyaAllah, dan lainnya," tutur Arisa.
Lantaran itulah, Arisa memutuskan mengambil studi Islam dengan maksud lebih memahami Bahasa Malaysia. Februari 2014, ujar Arisa, adalah momen ketika dirinya pertama kali masuk masjid dan memakai Jilbab.
Kala itu, teman-teman Arisa dari Malaysia mengundangnya hadir di masjid Tokyo Camii. "Dan itulah pertama kalinya aku menyaksikan teman-temanku melakukan gerakan yang bernama sholat," ujarnya.
Arisa mengaku shock saat melihat itu semua. "Meskipun aku belajar Islam selama 2 tahun, tapi ternyata aku merasa belum tahu apa-apa tentang Islam. Misalnya saja, keherananku tentang sholat dan waktunya yang 5 kali sehari. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa mereka melakukannya," jelasnya.
Arisa mengakui bahwa ia suka mengenakan pakaian seksi ketika bepergian. Tapi entah kenapa, tiba-tiba ia merasa ingin berpakaian lebih tertutup sejak saat itu. Dia menjelaskan ada keinginan dirinya supaya lebih dihormati dan dikenal apa adanya, bukan karena penampilan saja.
Lihat Juga :